24 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Jelang Idul Fitri, Bintang Sidak ke Pasar Pantau Harga Sembako

...

  • SUDIRMAN
  • 25 May 2019 20:30 WIB

Wali Kota Subulussalam Affan Alfian Bintang sidak ke pasar tradisional. Foto Sudirman/portalsatu
Wali Kota Subulussalam Affan Alfian Bintang sidak ke pasar tradisional. Foto Sudirman/portalsatu

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H.  Affan Alfian Bintang SE melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar tradisional untuk memantau harga barang kebutuhan pokok jelang Idul Fitri 1440 H. Sidak digelar Sabtu, 25 Mei 2019 sekitar pukul 15:00 WIB.

Turut hadir dalam sidak itu,  Wakil Wali Kota Subulussalam, Drs Salmaza MAP, Kepala Disperindagtambkop UKM dan Koperasi, Masri SP bersama Sekretarisnya Alijar, dan beberapa pejabat lainnya. Kegiatan ini untuk mengetahui secara langsung  ketersediaan bahan pokok, termasuk mencegek harga barang.

"Turun langsung ke pasar untuk mengetahui ketersedian bahan kebutuhan pokok, termasuk harga apakah ada lonjakan, alhamdulillah masih stabil, " kata Affan Alfian Bintang. 

Ia menyebutkan berdasar hasil pemantau di lapangan ketersedian bahan pokok mencukupi sehingga dipastikan aman dan tidak kekurangan hingga lebaran Idul Fitri 1440 H.

Sekretaris Disperindagtambkop UKM dan Koperasi Kota Subulussalam, Alijar munthe menambahkan harga sejumlah kebutuhan pokok masih stabil tidak ada lonjakan harga yang begitu signifikan. Namun meski stabil, berdasarkan pengakuan pedagang,  daya beli masyarakat menurun sejak awal Ramadan kemarin. 

"Belum ada lonjakan harga, masih stabil, walau stabil daya beli menurun, itu pengakuan mereka," kata Alijar yang turut mendampingi Wali Kota Affan Alfian  Bintang sidak ke pasar.

Selain memantu harga barang,  Bintang bersama Wakil Wali Kota Subulussalam, Salmaza juga menyempatkan diri untuk melihat bangunan terbengkalai di yang ada di pasar tradisional itu.

Sekretaris Disperindagtambkop UKM dan Koperasi, Alijar mengatakan bangunan itu dikerjakan pada tahun 2017 lalu bersumber dari APBN senilai Rp 6 miliar. Bangunan itu direncanakan untuk pedagang menjajakan jualan basah seperti ikan dan sayur-sayuran. 

"Tadi juga meninjau bangunan yang terbengkalai,  bangunan itu dikerjakan tahun 2017. Namun karena tidak siap pengerjaan uangnya dikembali ke pusat Rp2 miliar dari total Rp 6 miliar," kata Alijar.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.