15 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kadisperindag Jelaskan Perubahan Status Pasar Mingguan Jadi Pajak Harian

...

  • SUDIRMAN
  • 05 April 2020 15:00 WIB

Plt Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Subulussalam, Asmial. Foto: Sudirman
Plt Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Subulussalam, Asmial. Foto: Sudirman

SUBULUSSALAM - Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Subulussalam, Asmial mengatakan perubahan status pasar mingguan jadi pasar harian, instruksi pemerintah untuk sosial distancing pencegahan penyebaran Covid-19.

Pemerintah, kata Asmial tidak melakukan penutupan akses pasar, hanya merubah status menjadi pajak harian dari sebelumnya pajak mingguan, ini berlaku untuk semua kecamatan dalam wilayah Kota Subulussalam .

Dengan pengalihan menjadi status pasar harian, kata Asmial masyarakat Kota Subulussalam di lima kecamatan justru diminta berjualan setiap hari di pasar harian masing-masing.

"Untuk mengurangi intensitas berkumpul, makanya status pasar mingguan, jadi pajak harian," kata Plt Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Subulussalam, Asmial kepada portalsatu.com, Minggu, 5 April 2020.

Hal ini disampaikan Asmial menanggapi keluhan masyarakat Penanggalan terkait penutupan pajak mingguan, yang menyebabkan roda perekonomian masyarakat berpotensi lumpuh akibat tidak ada aktivitas jual beli di pajak kebanggaan masyarakat Penanggalan ini.

Asmial yang juga mantan Kadis Sosial Kota Subulussalam, menjelaskan, dengan status pasar jadi pajak harian, maka masyarakat boleh berjualan setiap hari tanpa terkecuali.

"Pajak harian. Harian dimaksud yaitu setiap hari boleh berjualan," kata Asmial menambahkan.

"Diharapkan dan dianjurkan pedagang berjualan setiap hari," timpalnya kembali.

Hal yang sama juga berlaku di pajak harian di Simpang Kiri, para pedagang di sana aktif berjualan setiap hari. Jika pun terjadi intensitas jual beli meningkat pada hari Minggu di pajak harian tersebut, maka masyarakat diharapkan tetap menjaga physical distancing.

"Di Simpang Kiri ini, pajak harian rasa mingguan, kek mana kita bilang orang datang berbelanja. Tapi saya perhatikan hari ini sudah mulai berkurang tidak sepadat sebelumnya," kata Asmial yang memantau aktivitas pajak harian di Simpang Kiri.

Karena itu, Asmial mengimbau supaya pedagang berjualan setiap hari di pajak harian yang ada di kecamatan masing-masing. Jika terdapat satu hari dalam sepekan, intensitas jual beli meningkat, maka pedagang dan pembeli diharapkan tetap menjaga sosial distancing untuk mencegah penyebaran SARS CoV-2.

Terkait keluhan pedagang pasar sepi pembeli di pajak harian, menurut Asmial dalam teori dagang, usaha dibuka terpilih baru datang pembeli. Pengunjung tidak akan datang ke sana (pajak harian), jika tidak ada pedagang yang berjualan.

"Bagaimana pembeli datang, kalau tidak ada pedagang yang berjualan," ungkap Asmial.

Dalam situasi daerah tengah menghadapi wabah global ini, Asmial mengakui daya beli masyarakat jauh menurun dari sebelumnya, termasuk di pajak harian Simpang Kiri, yang berada di kawasan pusat kota.

Informasi ini diperoleh Asmial saat memantau akfivitas pajak harian pada Minggu pagi, sejumlah pedagang mengeluh akibat dagangan mereka sepi pengunjung dampak Covid-19.

"Tadi saya jumpa ibu-ibu di pasar, mereka mengeluh daya beli menurun drastis. Dulu jam 10 pagi sayur mereka sudah habis laku. Sekarang udah jam 11 masih banyak," kata Asmial.

Ia berharap wabah global ini segera cepat berlalu, agar perekonomian masyarakat Kota Subulussalam segera pulih kembali.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.