17 July 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Menko Perekonomian Terkait KEK Arun Lhokseumawe

...

  • PORTALSATU
  • 12 February 2018 18:40 WIB

Darmin Nasution. @Abdullah Azzam/bisnis.com
Darmin Nasution. @Abdullah Azzam/bisnis.com

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe akan berkembang cepat, karena masalah lahan yang selama ini menjadi kendala pengembangan, sudah rampung.

“KEK Arun Lhokseumawe beruntung karena lahannya dari awal sudah beres. Ini adalah lahan negara yang kemudian dimasukkan untuk dikembangkan menjadi KEK,” kata Darmin, dilansir bisnis.com, Senin, 2 Februari 2018.

Darmin menyebutkan, negara tetangga pun sudah mengembangkan kawasan ekonomi di sepanjang Selat Malaka seperti PSA Singapore, Iskandar (IRDA), Port Klang, Port Carey dan Port Pelepas.

Itu sebabnya, Darmin meminta peran aktif Administrator KEK Arun Lhokseumawe dalam mengundang investor untuk datang. “Kita harus lebih menarik dari mereka, seperti pelayanan perizinan investor. Dengan demikian tujuan percepatan pengembangan industri di luar Jawa bisa terlaksana,” kata Darmin saat menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama kegiatan operasional barang milik negara (BMN) berupa aktiva Kilang LNG Arun.

Pelaksanaan kerja sama ini dilakukan antara Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dengan PT Patriot Nusantara Aceh (Patna) sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Arun Lhokseumawe.

Dalam acara yang sama juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama Investasi antara PT Pelindo I dengan empat calon investor di KEK Arun Lhokseumawe, antara lain:

a. Pelindo I dengan PT Aceh Makmur Bersama. Kerja sama mencakup pembangunan tangki timbun CPO dengan progress 40% dan beroperasi pada Mei 2018. Selanjutnya akan dikembangkan pengolahan turunan CPO di atas lahan seluas hingga 1,95 Ha dan diharapkan mulai beroperasi awal 2019.

b. Pelindo I dengan PT Sinergi Tangguh Alam Raya (PT STAR). Kerja sama dengan perusahaan penanaman modal asing ini bergerak di bidang usaha plywood, dengan target pembangunan Juni 2018.

c. Pelindo I dengan PT East Continent Gas Indonesia, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan bidang usaha LPG Pressurised dan pabrik bottling LPG, yang ditargetkan mulai dibangun pada Juni 2018.

d. Pelindo I dengan PT Prosperity Building Material. Penanaman Modal Asing (PMA) yang akan melakukan usaha di bidang logistik pengantongan semen, yang akan mulai dibangun Juni atau September 2018 dan mulai beroperasi awal 2019.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, Direktur Utama LMAN, Rahayu Puspasari, dan pejabat kementerian/lembaga terkait.[] Sumber: bisnis.com

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.