26 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kementerian ESDM Perpanjang Kontrak Blok NSO di Aceh Untuk PHE Hingga 2038

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 19 October 2018 11:00 WIB

Blok NSO di Selat Malaka Provinsi Aceh. Foto PHE via republika
Blok NSO di Selat Malaka Provinsi Aceh. Foto PHE via republika

ACEH UTARA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperpanjang kontrak Blok North Sumatera Offshore (NSO) di Aceh untuk PT Pertamina Hulu Energi (PHE) hingga tahun 2038.

Kontrak pengelolaan untuk 20 tahun itu menggunakan skema gross split atau bagi hasil dengan meniadakan pengembalian biaya operasi (cost recovery) yang berlaku sejak 16 Oktober 2018.

PHE mengadakan syukuran atas perpanjangan kontrak Blok NSO tersebut di Aceh Production Operations (APO) Point A Office, Landing, Lhoksukon, Aceh Utara, 17 Oktober 2018, dengan prosesi pemotongan tumpeng. Acara itu dihadiri Direktur Eksplorasi PHE, Abdul Mutalib Masdar, General Manager PHE NSO, Akhmad Miftah, perwakilan SKK Migas dan pekerja PHE NSO.

“Pengelolaan Blok NSO yang merupakan lapangan tua, tentu penuh tantangan. Namun berbekal pengalaman yang telah teruji, PHE optimis untuk terus memaksimalkan kinerja blok. Hal ini bisa kita lihat dari angka capaian produksi sejak 2016, nilainya tetap dapat kita jaga,” ujar Abdul Mutalib Masdar dalam siaran pers diterima portalsatu.com, 19 Oktober 2018.

Akhmad Miftah menyebutkan, sepanjang semester I tahun 2018, kinerja produksi gas PHE mencapai 91 MMSCFD atau 152 persen dari target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018 sebesar 60 MMSCFD. Begitu pula produksi kondensat sebesar 84 barel per hari (BCPD), atau 127 persen dari target RKAP 66 BCPD.

PHE NSO berkomitmen meningkatkan jumlah produksi melalui upaya peningkatan reserve to production (R/P) dengan cara merencanakan pengeboran tiga sumur eksplorasi. Satu sumur dilakukan akhir 2018 dan dua sumur berikutnya dilaksanakan pada 2019. Sementara cadangan minyak Blok NSO sebesar 272 MTSB dan gas 92 BSCF.

Mulanya, Blok NSO di Selat Malaka itu dikelola ExxonMobil dengan luas wilayah kerja 3.633 Km persegi, berproduksi sejak 1996, yang puncak produksinya mencapai 400 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Blok migas di lepas pantai tersebut kemudian diakuisisi PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PHE, sejak Oktober 2015.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.