30 May 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kenaikan Harga Emas Dunia Pengaruhi Inflasi

...

  • portalsatu.com
  • 02 April 2020 14:45 WIB

Perhiasan emas @google
Perhiasan emas @google

Inflasi inti pada Maret 2020 tercatat 2,87 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang tercatat 2,76 persen.

JAKARTA – Kenaikan harga emas dan perhiasan secara global ikut mempengaruhi inflasi di Indonesia. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko melalui rilis No. 22/ 27 /Dkom, Rabu, 1 April 2020.

Meski demikian, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2020 tetap rendah dan terkendali. Inflasi IHK pada Maret 2020 tercatat 0,10 persen, lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,28 persen.

“Perkembangan ini dipengaruhi kelompok volatile food dan administered prices yang mencatat deflasi, serta inflasi inti, di luar harga emas, yang tetap terkendali. Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan inflasi IHK Maret 2020 tercatat tetap terkendali sebesar 2,96 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 2,98 persen,” jelasnya.

Onny Widjanarko menambahkan, ke depan, Bank Indonesia terus konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengendalikan inflasi tetap rendah dan stabil.

Katanya, inflasi inti secara umum tetap terkendali, meskipun secara bulanan meningkat. Inflasi inti tercatat 0,29 persen, meningkat dari inflasi bulan Februari 2020 sebesar 0,14 persen.

Peningkatan inflasi inti ini terutama disumbang oleh kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan kenaikan harga emas dunia. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,87 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Februari 2020 sebesar 2,76 persen.

“Inflasi inti yang tetap terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi tetap terjaga,” tegasnya.

Sementara itu inflasi kelompok volatile food mengalami deflasi dipengaruhi koreksi beberapa harga pangan. Koreksi harga terjadi pada beberapa komoditas seperti aneka cabai, ikan segar, bawang putih, dan minyak goreng. Perkembangan ini menyebabkan kelompok volatile food mencatat deflasi 0,38 persen, berubah dibandingkan dengan inflasi bulan Februari 2020 yang mencatat inflasi sebesar 1,27 persen.

Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food pada bulan Maret 2020 tercatat 6,48 persen, lebih rendah dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 6,68 persen. Sementara  

kelompok administered prices kembali mencatat deflasi sebesar 0,19 persen. Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 0,16 persen, lebih rendah dari realisasi inflasi bulan Februari 2020 sebesar 0,54 persen.

“Deflasi yang terjadi pada Maret 2020 ini lebih dalam dari deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,11 persen. Perkembangan ini terutama didorong oleh berlanjutnya koreksi tarif angkutan udara. Sementara itu, inflasi aneka rokok meningkat sebagai dampak dari kenaikan cukai tembakau yang masih tertransmisikan secara bertahap hingga bulan Maret 2020,” pungkasnya. [rilis]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.