11 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kilas Balik Harga TBS Sepanjang 2019: Juni Anjlok, Desember Mahal, Tapi...

...

  • SUDIRMAN
  • 29 December 2019 13:10 WIB

Foto: dok. portalsatu.com/Sudirman
Foto: dok. portalsatu.com/Sudirman

SUBULUSSALAM - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Kota Subulussalam terus bergerak naik mencapai sekitar Rp1.300 per kilogram di tingkat petani sejak beberapa pekan terakhir. Di sisi lain, produksi buah sejak Oktober dilaporkan menurun drastis antara 20 hingga 40 persen dari sebelumnya.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam, Subangun Berutu mengatakan, harga TBS di sejumlah Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) juga terus mengalami kenaikan sejak beberapa pekan terakhir, menyusul naiknya harga sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Belawan, Medan Sumatera Utara (Sumut).

Subangun menjelaskan, berdasarkan data terakhir yang diperoleh dari sejumlah perusahaan dilaporkan, harga TBS di PT SSN Rp1.540 per kilogram, PT BSL Rp1.530 per kilogram dan PT BDA Rp1.510 per kilogram serta PT GSS Rp1.570 per kilogram.

Dengan harga TBS rata-rata di atas Rp1.500 per kilogram di tingkat PMKS, kata Subangun, maka harga TBS di tingkat petani minimal Rp1.300 per kilogram. Angka ini tergolong lumayan mahal dibandingkan harga beberapa bulan sebelumnya berada di titik terendah mencapai Rp650 per kilogram di Juni lalu. Bahkan di lokasi tertentu menyentuh angka Rp500 per kilogram.

"Iya minimal Rp1.300 per kilogram tingkat petani, karena di pabrik rata-rata sudah di atas Rp1.500 per kilogram," kata Subangun Berutu kepada portalsatu.com, Minggu, 29 Desember 2019.

Kenaikan harga TBS sejatinya memengaruhi kondisi perekonomian masyarakat di sana, karena mayoritas penduduk di Kota Subulussalam petani sawit. Namun faktanya tidak demikian, hal ini disebabkan harga TBS mahal saat produksi buah sawit sedang menurun (trek) sejak beberapa bulan terakhir. Akibatnya, perekonomian masyarakat masih terlihat lesu, saat TBS mahal.

Salah seorang petani sawit, Afdal, mengatakan hasil panen buah sawit di lahan seluas tiga hektare miliknya merosot drastis hanya sekitar 800-900 kilogram dari sebelumnya bisa mencapai 1,5 ton, bahkan 2 ton. 

Penurunan produksi buah ini disebabkan kebun tidak terawat dengan baik lantaran harga tak kunjung membaik terjadi sejak Maret hingga September 2019, ditambah lagi kondisi harga TBS di 2018 lalu tak kunjung membaik. 

Pergerakan harga TBS baru terlihat sejak Oktober 2019 hingga Desember menjelang akhir tahun menembus angkat Rp1.300 per kilogram di tingkat petani.

"Sawit mahal, buahnya lagi trek, maunya saat produksi buah lagi meningkat harga TBS mahal, baru mantap," ungkapnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.