20 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kontrak Blok NSB Diperpanjang 6 Bulan, Ini Kata Plt. Kepala BPMA

...

  • Fazil
  • 05 October 2018 15:00 WIB

Azhari Idris. @dok. portalsatu.com/Fazil
Azhari Idris. @dok. portalsatu.com/Fazil

BANDA ACEH - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menyetujui perpanjangan kontrak sementara pengelolaan Blok North Sumatera B (NSB) untuk PT Pertamina Hulu Energi (PHE).  

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Azhari Idris, mengatakan, kontrak Blok NSB untuk PT PHE sudah berakhir pada 3 Oktober 2018. Itulah sebabnya, Menteri ESDM menyetujui perpanjangan kontrak sementara sesuai usulan BPMA beberapa waktu lalu.

"(Perpanjangan sementara) kontrak itu berlaku sejak 4 Oktober 2018 dan selama enam bulan (sampai April 2019, red)," ujar Azhari Idris kepada portalsatu.com, Jumat, 5 Oktober 2018.

Azhari menyebutkan, dalam masa enam bulan ini dibahas proses perpanjangan kontrak jangka panjang untuk 20 tahun ke depan, termasuk soal hak kelola atau participating interest (PI) bagi Pemerintah Aceh

“Kita (BPMA), Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat membahas mekanisme selanjutnya bagaimana pengelolaan Blok NSB tersebut dari aspek produksi dan sebagainya, termasuk participating interest. Sebelum enam bulan itu berakhir, mudah-mudahan sudah ada keputusan untuk perpanjangan kontrak jangka panjang,” kata Azhari.

Diberitakan sebelumnya, BPMA mengajukan perpanjangan kontrak sementara Blok NSB ke Menteri ESDM. Pasalnya, Blok NSB yang dikelola PT PHE sejak Oktober 2015 setelah mengakuisisi hak kelola ExxonMobil, kontraknya berakhir pada awal Oktober 2018.

Gas dari Blok NSB dan Blok North Sumatera Offshore (NSO) selama ini disuplai PHE ke PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Krueng Geukueh, Aceh Utara. "Untuk mengantisipasi terganggunya suplai gas dari PT Pertamina Hulu Energi NSB-NSO kepada PT PIM, sambil menunggu ada kesepakatan nantinya, maka kita mengajukan perpanjangan kontrak sementara Blok NSB selama enam bulan kepada Menteri ESDM," ujar Azhari menjawab portalsatu.com lewat telepon seluler, 15 September 2018.

Kontrak baru pengelolaan Blok NSB untuk PHE belum lahir lantaran masih dikaji soal besaran saham partisipasi atau hak kelola (participating interest) untuk Pemerintah Aceh. Pemetintah Aceh minta hak kelola 20 persen untuk Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) dalam kontrak baru Blok NSB nantinya. Sedangkan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10 Persen pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas, disebutkan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berhak mendapatkan 10 persen.

"Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 tahun 2016 itu 10 persen, tetapi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh, itu minimum 10 persen, bahkan bisa sampai 12 persen dan seterusnya sesuai kesepatan bersama," kata Azhari.

Menurut Azhari, persentase hak kelola untuk Pemerintah Aceh dalam Blok NSB sedang dinegosiasikan. Dia berharap kesepatan segera tercapai agar kontrak baru untuk jangka panjang bisa ditandatangani.(Baca: BPMA Ajukan Perpanjangan Kontrak Sementara Blok NSB ke Menteri ESDM)[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.