26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Koptan di Abdya Minta Penyuluhan Penyadapan dan Saprodi Karet

...

  • portalsatu.com
  • 16 November 2018 20:00 WIB

ilustrasi. Foto: tempo
ilustrasi. Foto: tempo

BLANGPIDIE - Kelompok kebun karet di Kabupaten Aceh Darat Daya (Abdya) meminta dinas terkait agar memberikan penyuluhan teknik penyadapan pohon karet yang benar, sehingga hasil produksi lateks diperoleh petani bisa maksimal.

Pengurus Kelompok Tani (Koptan) Maju Bersama Gampong Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya, Rustam, Jumat, 16 November 2018, mengatakan pohon karet milik kelompoknya sudah berumur 6 tahun. Namun belum disadap oleh petani karena tidak mengerti tentang tatacara penyadapan karet okulasi.

“Kalau umurnya sekarang sudah 6 tahun, cuma belum kami sadap, karena anggota kelompok saya tidak ada satu pun mengerti tentang teknik penyadapan pohon karet okulasi yang benar,” kata Rustam.

Rustam menjelaskan, tanaman karet milik kelompok tersebut luasnya sekitar 25 hektare sudah bisa sadap di kawasan kebun masyarakat di pegunungan Gampong Ie Lhob.

“Semua tanaman karet kami jenisnya okulasi PB-260. Tanaman karet itu kami tanam enam tahun lalu. Sumber bibitnya bantuan Ditjen Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian tahun 2012,” jelas Rustam.

Kala itu, cerita Rustam, pihak Kementerian Pertanian melalui Dinas Perkebunan Abdya juga memberikan bantuan pupuk, dan biaya garap lahan kepada anggota kelompok tani dengan harapan program pemerintah pusat bisa berhasil di pedesaan.

“Alahmdulillah, berkat bantuan dari pemerintah dan kerja keras anggota kelompok tani, hari ini tanaman karet kami tanam itu sudah bisa sadap. Namun kami belum paham cara penyadapannya,” tutur dia.

Rustam berharap, pemerintah memberikan penyuluhan tentang teknik penyadapan tanaman karet kepada anggota kelompoknya, sehingga hasil produksi lateks diperoleh petani nantinya bisa maksimal. “Selain penyuluhan, kami juga berharap pemerintah menyalurkan saprodi (sarana produksi) berupa pisau sadap, batu asah pembeku karet, herbisida dan mangkok sadap getah untuk lahan seluas 25 hektare,” pintanya.

Rustam merasa yakin jika petani telah melakukan penyadapan karet tersebut, ekonomi anggota kelompoknya menjadi meningkat. Apalagi proses penyadapan tiap hari dilakukan petani.

“Saya yakin anggota kelompok saya sejahtera jika tanaman karet mulai sadap. Walaupun harga lateks murah, tapi kami tidak pusing lagi cari pekerjaan, bangun pagi kami langsung kebun sadap karet,” tuturnya.[](Suprian)

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.