24 January 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kurma dan Minyak Zaitun Palestina Dapat 'Karpet Merah' Masuk RI

...

  • DETIK
  • 11 January 2019 17:00 WIB

@Selfie Miftahul Jannah/detikFinance
@Selfie Miftahul Jannah/detikFinance

Kementerian Perdagangan sepanjang 2018 melakukan berbagai upaya untuk perluasan akses pasar ekspor. Salah satu dari perjanjian perdagangan yang sudah disahkan adalah dengan Palestina.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan ada 8 perjanjian perdagangan yang telah diratifikasi atau disahkan oleh pemerintah. Untuk Palestina sendiri sudah diatur dalam Perpres No 34 tahun 2018.

"Perjanjian dengan Palestina kita berikan layanan yang spesial," ujarnya di Gedung Kemendag, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Enggar menjelaskan, pemerintah RI memberikan perlakukan khusus terhadap perjanjian perdagangan dengan Palestina sebagian bentuk bantuan dari negara konflik tersebut. Salah satu yang diberikan adalah zero tarif untuk masuknya produk dari Palestina. 

"Kita berikan zero tarif dan tanpa kita lakukan kajian study. Itu dukungan kongkrit Indonesia dengan Palestina. Saya tanyakan dengan menterinya waktu di Argentina Anda mau apa," terangnya.

Pihak Palestina pun mengutarakan keinginannya untuk memasukkan produk minyak zaitun dan kurma ke Indonesia. Pemerintah pun tetap memberikan lowongan bagi produk-produk dari Palestina yang lain untuk masuk ke Indonesia.

Dia mau 2 dulu yaitu minyak zaitun dan kurma. Di luar itu dia meminta apapun kami kasih. Palestina dapat layanan yang sangat spesial dari kita," tambah Enggar.

Selain dengan Palestina ada 7 perjanjian perdagangan yang telah dibuat. Selain itu ada 2 yang dalam proses ratifikasi yakni Indonesia-Chile CEPA dan Asean-Hong Kong FTA & Investment Agreement. 

Perluasan pasar yang dilakukan pada 2018 dipercaya mampu meningkatkan ekspor Indonesia sebesar US$ 1,9 miliar.

Kemendag mencatat ekspor nonmigas Indonesia ke beberapa negara nontradisional yang mengalami peningkatan adalah Bangladesh 15,9%, Turki 10,4%, Myanmar 17,3%, Kanada 9%, Selandia Baru 16,8%, Polandia 23,3%, dan Nigeria 17,3%. 

Untuk tahun ini Kemendag menargetkan bisa membuat 12 perjanjian perdagangan baru. Berikut daftarnya:

1. Indonesia-Mozambik PTA
2. Indonesia-Tunisia PTA
3. ASEAN Trade in Service Agreement (ATISA)
4. 1st Protocol to Amend of ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership Agreement (INvestment and Services)
5. General Review IJEPA
6. IA-CEPA
7. Indonesia-Iran PTA
8. Indonesia-Maroko PTA
9. Indonesia-Turki CEPA
10. Indonesia-Korea CEPA
11. Indonesia-EU CEPA
12. RCEP.[]Sumber:detik

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.