19 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Lagi, Petani Gagal Tanam dan Gagal Panen

...

  • ZULKIFLI ANWAR
  • 07 April 2016 16:30 WIB

Sekgam Beurandang Dayah, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara di sawah yang kering dan retak. @Zulkifli Anwar
Sekgam Beurandang Dayah, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara di sawah yang kering dan retak. @Zulkifli Anwar

LHOKSUKON - Puluhan hektar area (Ha) sawah tadah hujan di Kecamatan Cot Girek dan Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara dilanda kekeringan. Kondisi itu mengakibatkan petani gagal panen.

"Di sini tidak ada irigasi. Sejak dulu warga turun ke sawah mengandalkan hujan. Hal itu memang kerap merugikan, mengingat sebulan saja hujan tidak turun maka sawah akan kering kerontang. Seperti halnya saat ini kami gagal tanam," kata Abdullah, Sekdes Gampong Beurandang Dayah, Kecamatan Cot Girek, saat ditemui portalsatu.com, Rabu, 6 April 2016 petang.

Ditambahkan, saat ini kondisi tanah sawah mulai retak. Padi yang baru disemai juga mulai menguning. Menurutnya, hal serupa juga dialami petani desa tetangga lainnya.

“Lihat saja tanah sawah yang retak itu. Bahkan tanaman padi yang baru disemai pun mulai menguning. Mau bagaimana lagi, resiko ini selalu dialami petani setiap tahunnya. Entah sampai kapan desa ini tak ada irigasinya,” ujar Abdullah sambil menunjuk sawah yang retak.

Sementara itu, Ismail, Geuchik Gampong Cot U Sibak, Kecamatan Lhoksukon secara terpisah menyebutkan, di desanya terdapat 80 Ha sawah petani yang gagal panen.

“Sejak Maret lalu sudah memasuki musim panen. Namun apa hendak dikata, banyak padi yang tidak jadi alias gagal panen karena kering dan menguning sebelum waktunya. Ini terjadi karena kemarau, sementara sawah hanya mengandalkan tadah hujan,” ucapnya.

Ditambahkan, kesulitan yang dirasakan petani ini sudah tak terhitung lagi lamanya. “Desa kami tak ada irigasi, makanya selalu begini. Kondisi ini juga terjadi di beberapa desa lain,” pungkasnya. [](tyb)

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.