26 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Listrik Padam, LKBHI Tuntut Ganti Rugi Rp40 Triliun ke Menteri BUMN dan Dirut PLN

...

  • KOMPAS
  • 09 August 2019 15:00 WIB

Foto: kompas.com
Foto: kompas.com

JAKARTA - Lembah Konsultasi Bantuan Hukum Indonesia (LKBHI) menuntut ganti rugi karena peristiwa mati lampu dengan menggugat Dirut PLN ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mereka mendaftarkan gugatan class action atau gugatan yang mewakili kelompok masyarakat.

"Kita mendaftarkan gugatan class action. Gugatan ini kita daftarkan terhadap dirut PLN, Menteri BUMN sebagai tergugat dua dan turut tergugatnya Menteri ESDM," ujar salah satu kuasa hukum dari LKBHI, Mulkan Let-Let saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, 9 Agustus 2019.

Gugatan tersebut telah terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor 653/Pdt.4/2019/PN.JKT.SEL.

Mereka menuntut ganti rugi kepada para tergugat mencapai Rp40 triliun karena dianggap insiden mati lampu yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) sangat merugikan masyarakat.

Menurut Mulkan, PLN harus bertanggung jawab atas insiden mati lampu tersebut. Pemberian kompensasi saja dirasa kurang cukup untuk menutupi kerugian yang dialami masyarakat.

"Dirut PLN menyatakan hanya memberikan kompensasi itu menurut kita opini hukum yang keliru karena di sini PLN coba untuk melepaskan  pertanggungjawaban hukum memberikan ganti rugi," kata dia.

Jika gugatan ini dikabulkan, maka PLN selain dinyatakan bersalah juga wajib membayar ganti rugi Rp40 triliun. Uang itu nantinya disimpan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Masyarakat yang merasa dirugikan karena mati lampu bisa mengajukan biaya ganti rugi dengan membawa bukti-bukti kerugian.

"Buktinya nanti tinggal masyarakat mengajukan, misalnya kebakaran, kebakaran itu seperti apa dibuktikan yang rumahnya kebakar gitu, nanti disampaikan diajukan dalam bentuk permohonan, permohonan itu nanti disampaikan ke pengadilan negeri Jakarta Selatan," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemandaman listrik pada Minggu (4/8/2019) hingga Senin (5/8/2019).

Wilayah terdampak itu meliputi DKI Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat yang jumlah pelangganya mencapai jutaan pelanggan.

"Pelanggan yang terdampak dimungkinkan atau berhak dapat kompensasi," kata Rida dalam jumpa pers di Gedung ESDM, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Rida menyampaikan, besaran kompensasi yang akan diberikan PLN tersebut sekitar Rp1 triliun. Ini berdasarkan hasil hitung-hitungan  manajemen PLN.

Reporter: Walda Marison.[]Sumberkompas.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.