20 April 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


LMAN dan Patna Teken MoU, Ini Kata Gubernur Aceh Soal KEK Arun

...

  • PORTALSATU
  • 12 February 2018 18:15 WIB

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution. @Humas Setda Aceh
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution. @Humas Setda Aceh

JAKARTA – Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan PT Patriot Nusantara Aceh menandatangani MoU atau perjanjian kerja sama kegiatan operasional Barang Milik Negara (BMN) berupa aktiva Kilang Arun, di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta, Senin, 12 Februari 2018.

PT Patriot Nusantara Aceh (Patna) merupakan Badan Usaha Pengelola dan Pembangun Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Arun Lhokseumawe. Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, dan sejumlah pejabat dari beberapa kementerian.

Di acara tersebut juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama investasi antara Konsorsium BUMN pemilik saham dalam KEK Arun dengan sejumlah perusahaan. Di antaranya, kerja sama investasi PT Pelindo I dengan PT Aceh Makmur Bersama meliputi bidang pengolahan CPO, PT Sinergi Tangguh Alam Raya bidang usaha plywood, PT Eas Kontinent Gas Indonesia bidang usaha LPG Pressurized dan Pabrik Bootling LPG, dan PT Prosperity Building Material bidang logistik pengantongan semen.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf berharap, kesepakatan ini menjadi awal yang baik dalam mendukung percepatan realisasi pengembangan KEK Arun Lhokseumawe. "Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017 tentang KEK Arun Lhokseumawe, ada lima prioritas investasi yang akan dikembangkan di kawasan tersebut. Yaitu bidang pengolahan ekspor minyak, gas dan energi, bidang petrokimia, bidang logistik dan pelabuhan, bidang industri pengolahan (agro industri) serta bidang industri kertas," ujarnya.

Gubernur mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi, sinkronisasi dan harmonisasi dengan berbagai pihak sehingga kini terbentuk Administrator KEK Arun Lhokseumawe, yang mendapat pelimpahan kewenangan dari Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di bidang perizinan.

Menurut gubernur, kewenangan dari BKPM dan Kementerian Perdagangan kepada Administrator KEK Arun akan dilimpahkan paling lambat akhir Februari 2018. "Empat lembaga selaku konsorsium pengelola KEK Arun Lhokseumawe, yaitu PT PIM, PT Pertamina, PT Pelindo I dan PDPA telah membentuk Badan Usaha Pengelola dan Pembangun (BUPP) KEK, di mana PT Patriot Nusantara Aceh selaku pembangun dan pengelola. Perusahaan ini telah resmi berkantor di kawasan eks-Kilang Arun," ujarnya.

Gubernur mengatakan, status lahan di lokasi kawasan KEK Arun semuanya sudah tersertifikasi. "Total lahan KEK Arun seluas 2.622,48 Ha, termasuk 906,32 Ha lahan kosong, terdiri dari milik PT Arun seluas 540 Ha, milik PT Pertamina/Humpus Aromatik seluas 81 Ha, PT Pelindo I seluas 17,82 Ha, PT PIM seluas 126,5 Ha, PT AAF seluas 91 Ha dan PT KKA seluas 50 Ha," katanya. 

Menurut gubernur, lahan eks-PT Arun yang dikelola LMAN sudah mendapatkan persetujuan untuk dimasukkan dalam areal KEK Arun Lhokseumawe melalui surat Menteri Keuangan Nomor s-283/MK.06/2016, dan Surat Direktur LMAN Nomor S-297/LMAN/2016.

Gubernur berharap dilaksanakan sejumlah ketentuan terkait KEK Arun. Di antaranya, semua lahan dan aset sebaiknya diserahkan kerja samanya pada BUPP yang dikelola oleh PT Patriot Nusantara Aceh, sehingga investor langsung berhubungan satu atap dengan BUPP. "Juga perlu percepatan penyertaan modal PT Pertamina dan PT Pelindo I kepada BUPP agar lembaga ini dapat bergerak lebih cepat," katanya.

Gubernur mengatakan, diperlukan sosialisasi lebih detail oleh Kementerian Keuangan tentang Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2015 tentang Fasilitas dan Insentif di KEK. Perlu perhatian khusus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan tentang pembangunan infrastruktur di luar kawasan KEK yang merupakan tanggung jawab pemerintah, mulai dari bandara, jalan nasional dan lainnya.

"Dengan ditandatanganinya MoU antara LMAN dengan PT Patriot Nusantara Aceh, maka operasional KEK Arun Lhokseumawe sudah dapat berjalan. Dengan demikian pada semester II tahun tahun 2018 diharapkan ground breaking proyek-proyek di KEK Arun Lhokseumawe sudah dapat diresmikan oleh Bapak Presiden," pungkas gubernur Aceh.[](rel)

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.