19 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Masyarakat Alur Mas Dilatih Pengeringan dan Pemecahan Kemiri Menggunakan Mesin

...

  • PORTALSATU
  • 12 November 2016 21:20 WIB

BUPATI Aceh Selatan HT Sama Indra didampingi Direktur Poltas, Dr Ilham Maulana meninjau mesin pengering dan pemecah biji kemiri seusai membuka kegiatan Baksos dalam rangka HUT ke 6 Kampus Poltas di Desa Alur Mas, Kecamatan Kluet Utara, (11/11). @Hendrik
BUPATI Aceh Selatan HT Sama Indra didampingi Direktur Poltas, Dr Ilham Maulana meninjau mesin pengering dan pemecah biji kemiri seusai membuka kegiatan Baksos dalam rangka HUT ke 6 Kampus Poltas di Desa Alur Mas, Kecamatan Kluet Utara, (11/11). @Hendrik

TAPAKTUAN - Politeknik Aceh Selatan (Poltas) melatih masyarakat Desa Alur Mas, Kecamatan Kluet Utara, tehnik melakukan pengeringan dan pemecahan kemiri menggunakan mesin. Dengan menggunakan mesin sederhana hasil inovasi dan kreasi dosen bersama mahasiswa Poltas tersebut, akan sangat membantu para petani mengolah kemiri menjadi komoditas bernilai jual yang tinggi.

Sebab melalui metode ini dipastikan 100 persen biji kemiri akan terbuka sempurna dan tidak ada yang pecah. Berbeda jauh dengan menggunakan metode konvensional seperti yang dilakukan masyarakat petani setempat selama ini memecah biji kemiri dengan cara memukul dimana diperkirakan 30 persen biji kemiri akan rusak.

Direktur Politeknik Aceh Selatan, Dr. M. Ilham Maulana, ST, MT mengatakan, pelatihan tehnik pengeringan dan pemecahan biji kemiri menggunakan mesin terhadap masyarakat Desa Alur Mas tersebut, dilakukan pihaknya dalam Bhakti Sosial (Baksos) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke 6 Poltas yang jatuh pada Kamis, 10 November 2016 lalu.

“Kegiatan Baksos dengan tema “Poltas Mengabdi” tahun 2016 yang dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra tersebut, berlangsung selama tiga hari mulai 11 – 13 November 2016 yang dipusatkan di Desa Alur Mas, Kecamatan Kluet Utara. Kegiatan ini diikuti 80 personil yang terdiri dari 30 orang dosen dan staf serta 50 orang mahasiswa dari berbagai jurusan,” kata Ilham Maulana di Tapaktuan, Sabtu, 12 November 2016. 

Bakti Sosial ini merupakan kegiatan yang kedua dilaksanakan oleh Poltas. Kegiatan Baksos yang pertama telah dilakukan pada tahun 2015 lalu di Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon, dalam rangka Lustrum 1 Poltas.

Menurutnya, dipilihnya Desa Alur Mas sebagai lokasi Baksos tahun 2016 ini berdasarkan hasil survey pendahuluan yang dilakukan oleh tim yang ditunjuk.

“Berdasarkan hasil survey dengan kriteria kondisi lingkungan, potensi alam dan kebutuhan akan pendampingan teknologi, maka diputuskan bahwa kegiatan Baksos tahun 2016 ini sangat tepat di pusatkan di Desa Alur Mas,” ungkap Ilham Maulana.

Dalam Baksos kali ini, lanjut Ilham, pihaknya memfokuskan empat program utama dan satu program tambahan sesuai kondisi lingkungan dan potensi sumber daya alam yang membutuhkan pendampingan teknologi bagi masyarakat Desa Alur Mas.

Program pertama, sebutnya, yakni pelatihan pengeringan dan pemecah kemiri. Pengeringan kemiri dan proses pemecahannya dilakukan dengan mesin sederhana yang dibuat dan dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa Poltas. Menggunakan alat ini akan menghemat waktu penjemuran kemiri yang selama ini membutuhkan waktu selama 7 hari, maka melalui metode ini hanya membutuhkan waktu selama 7 jam saja. Selanjutnya kemiri panas akan dimasukkan kedalam air dingin sehingga kemiri tersebut akan pecah dengan sendirinya secara sempurna.

Ilham menyatakan, pelatihan tersebut dilakukan selama dua hari dengan menggunakan bahan bakar gas dan kayu. Pada pelatihan hari pertama, kata dia, penggunaan alat tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat setempat, karena metode ini dinilai solusi yang sangat tepat dan praktis bagi mereka yang selama ini mengalami permasalahan saat memecahkan biji kemiri.

“Alat ini selanjutnya akan diserahkan secara gratis kepada masyarakat Desa Alur Mas. Kami berharap dengan adanya alat tersebut dapat membantu para petani setempat dalam meningkatkan produktifitas biji kemiri sehingga mampu meningkatkan pendapatan perekonomian mereka,” imbuhnya.

Selain melakukan pelatihan tehnik pengeringan dan pemecahan bijih kemiri, sambung Ilham Maulana, pihaknya juga melatih masyarakat setempat tehnik pembuatan arang aktif.

Dia menjelaskan, arang aktif dibuat dari limbah kulit kemiri dengan metode yang sangat sederhana yakni hanya dengan menggunakan drum. Metode ini telah diuji di laboratorium Teknik Industri Poltas, sehingga diperoleh komposisi dengan memanfaatkan potongan bambu dan tempurung kelapa untuk membantu pembakaran.

“Melalui teknologi sederhana ini, harga kulit kemiri yang selama ini dijual oleh masyarakat setempat hanya sebesar Rp 400/kg dapat meningkat menjadi Rp 4.000/kg. Pihak Bank Mandiri KCP Tapaktuan yang hadir pada acara pembukaan telah menjanjikan luncuran kredit apabila usaha ini telah terwujud. Bahkan Bupati Aceh Selatan, HT. Sama Indra SH, juga telah mengarahkan agar usaha ini bisa dikelola melalui Badan usaha milik Gampong (BUMG),” papar Ilham Maulana.

Melalui kegiatan Baksos tersebut, Poltas juga menggelar pelatihan computer untuk perangkat desa yang melibatkan tim dari Jurusan Teknik Komputer.

Menurut Ilham Maulana, tim yang ditunjuk telah mempersiapkan modul pelatihan dasar komputer sampai dengan penggunaan internet bagi perangkat desa setempat.

“Untuk sementara Komputer dan fasilitas internet disediakan oleh Poltas. Tapi kedepannya diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di kantor Keuchik,” ujarnya.

Disamping itu, pihaknya juga menggelar pelatihan pembuatan peta desa yang melibatkan tim dari jurusan Teknik Informatika dan Teknik Industri, dengan cara melakukan pemetaan menggunakan GPS untuk pembuatan peta Desa Alur Mas.

“Ini merupakan peta standar yang nantinya dapat dikembangkan menjadi peta social. Hasil survey menunjukkan bahwa Desa Alur Mas belum memiliki peta yang tepat dan benar sesuai standar yang ada, sehingga program ini menjadi sangat penting dan bermanfaat. Dalam melaksanakan survey, tim didampingi oleh perangkat desa setempat,” jelas Ilham Maulana.

Program tambahan yang dilaksanakan, kata dia, adalah penomoran rumah. Ilham menyatakan, sampai saat ini di Desa Alur Mas ternyata belum dilakukan penomoran rumah, sehingga akan sangat menyulitkan apabila mencari alamat atau melakukan sensus/pendataan di tengah-tengah masyarakat setempat. Penomoran rumah di tiga dusun ini lakukan dengan mendapat masukan dari masyarakat setempat.

“Bakti Sosial ini akan diselenggarakan setiap tahun dalam rangka Dies Poltas, sehingga diharapkan pada ulang tahun emas Poltas ke 50 nantinya, Baksos Poltas telah dilakukan di 46 desa dalam 46 mukim di Aceh Selatan. Kegiatan Baksos ini menjadi sangat penting sebagai salah satu perwujudan visi dan misi Poltas yang merupakan Perguruan Tinggi Vokasi yang lahir dari Rahim masyarakat dan Pemda Aceh Selatan,” pungkas Ilham Maulana.

Bupati Aceh Selatan, H.T. Sama Indra SH menyatakan, Pemkab setempat sangat mendukung kegiatan Bakti Sosial yang diselenggarakan oleh Politeknik Aceh Selatan sebagai pelaksanan visi dan misi Poltas, sebagai satu-satunya Kampus Politeknik di pantai barat Selatan Aceh. Menurut bupati, kegiatan ini sangat sinergi dengan visi dan misi pemerintah daerah Aceh Selatan dalam melaksanakan pembangunan yang merata.

Bupati berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan ini secara baik sehingga menghasilkan manfaat yang nyata setelah kegiatan berlangsung. Bupati juga menyampaikan program pembangunan yang menjadi agenda Pemerintah Daerah di Desa Alur Mas. Terutama menjawab keluhan masyarakat mengenai jalan lintas menuju desa Alur Mas. Tahap pertama akan dibangun jalan sepanjang 850 meter dan akan dilanjutkan tahun berikutnya.

Setelah membuka dengan resmi kegiatan Baksos Poltas, secara simbolis Bupati menyerahkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi berupa 50 paket roti, 50 lembar selimut, 50 lembar kain sarung, 50 lembar baju daster, 30 lembar sejadah dan 40 set kelambu.

Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Penggerak PKK Hj Cut Harnailis Sama Indra SP, wakil Bupati Kamarsyah, S.Sos, MM, Asisten II Setdakab Zaini Bakri, beberapa anggota DPRK masing-masing Mirwan, Jasman, H Maswaldi dan Mizar, Kepala Dinas Sosial, Basyarudin Sam,, Kepala Dinas BMCK, Ir Twk Bahrumsyah, Kadis Pendidikan, Drs Martunis, Kepala Dinas Kesehatan, Mardaleta M.Kes, Kepala Dinas Pertanian, Yulizar SP, Kepala KPDLKP, Mirjas S.SI, Pengurus Yayasan Politeknik Aceh Selatan, Pimpinan Bank Mandiri Tapaktuan serta Muspika Kluet Utara.[]

Laporan Hendrik

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.