05 December 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Menteri Desa PDTT Serahkan Modal Usaha BUMDes Untuk Pengrajin Besi di Tanah Pasir Rp50 Juta

...

  • Fazil
  • 15 March 2020 16:45 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

ACEH UTARA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT), Abdul Halim Iskandar, kunjungan kerja ke Gampong Pande, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, untuk meninjau usaha pandai besi masyarakat setempat, Minggu, 15 Maret 2020.

Menteri Abdul Halim dalam kunjungan itu didampingi Anggota DPR RI, Ruslan M. Daud, disambut Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, Keuchik Gampong Pande, De Junaidi, serta sejumlah unsur Forkopimda. Sebelum pertemuan seremonial, terlebih dahulu Abdul Halim meninjau lokasi usaha pandai/pengrajin besi di Gampong Pande difasilitasi tokoh masyarakat setempat.

Menteri Desa PDTT, Abdul Halim, diwakili Anggota DPR RI, Ruslan, turut menyerahkan modal usaha BUMDes kepada Gampong Pande senilai Rp50 juta, melalui Keuchik Gampong Pande, De Junaidi.

Abdul Halim mengatakan, kunjungan itu bertujuan pihaknya ingin melihat secara langsung penyaluran dan pemanfaatan dana desa, sekaligus meninjau lokasi usaha pandai besi di Gampong Pande. 

"Saya harapkan bisa menjawab kegelisahan Bapak Presiden RI beberapa waktu lalu terkait dengan impor cangkul secara besar-besaran. Sedangkan kita mempunyai industri pembuatan cangkul yang sangat membantu ekonomi rakyat, salah satunya di Gampong Pande ini. Nanti kita cari solusi bagaimana produksinya meningkat dan harganya tidak kalah saing dengan produk cangkul lainnya," kata Abdul Halim Iskandar kepada wartawan.

Menurut Abdul Halim, tentunya ke depan akan dicari solusi bagaimana skala usaha pengrajin besi itu ditingkatkan supaya produksinya menjadi lebih tinggi dan mudah. Kemudian bahan bakunya juga lebih mudah didapatkan sehingga harganya terjangkau dan tidak kalah dengan barang impor. Diharapkan produksinya bisa memenuhi seluruh kebutuhan cangkul di Indonesia. "Masa cangkul saja impor, kan begitu," ucapnya.

"Yang pasti kita usahakan pendekatannya dengan teknologi tepat guna. Artinya, tidak industri besar tapi juga tidak lagi secara manual untuk melakukan proses pembuatan padai besi tersebut. Ada manualnya tapi ada tingkatan sehingga tetap menyerap tenaga kerja. Ini kita rencanakan ke depan tentunya di kawasan pedesaan yang ada nantinya," ujar Abdul Halim.

Camat Tanah Pasir, T. Nadirsyah, menyebutkan, kedatangan Menteri Desa PDTT itu bermula sebelumnya pernah dilakukan videoconference pada 5 Februari 2020 di kantor camat setempat terkait pencairan dana desa tercepat 100 persen pada tahun 2019. Sehingga, Menteri Desa ketika itu melakukan video call dengan para Muspika maupun Muspida, dan Abdul Halim menerima beberapa informasi dari keuchik bahwa di Gampong Pande, Tanah Pasir, ada produk pandai besi bermacam alat perlengkapan pertanian/perkebunan.

"Maka beliau (Menteri Desa) sangat merespons produksi cangkul, karena Bapak Presiden RI (Joko Widodo) bertanya mengapa cangkul saja masih diimpor. Dari itulah Pak Abdul Halim berkeinginan untuk mengunjungi ke Gampong Pande guna melihat secara langsung usaha itu untuk pengembangan pandai besi khususnya cangkul," ungkap Nadirsyah.

Sehingga, kata Nadirsyah, diharapkan produksi cangkul di Tanah Pasir bisa dipasarkan hingga tingkat nasional. Kata dia, Menteri Desa juga menyatakan akan memberikan bantuan modal, dukungan alat kerja dan bantuan untuk pemasaran.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.