25 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia

Gelar Syukuran Bersama Anak Yatim
Mulai Scrap Pabrik Eks-AAF, Ini Kata PT Kirana Saiyo Perkasa 

...

  • PORTALSATU
  • 11 August 2020 21:30 WIB

Abati Babah Buloh memimpin doa di lokasi pabrik eks-PT AAF. Foto: Humas PIM
Abati Babah Buloh memimpin doa di lokasi pabrik eks-PT AAF. Foto: Humas PIM

LHOKSEUMAWE - PT Kirana Saiyo Perkasa menggelar syukuran bersama anak yatim dan peusijuek dalam rangka memulai pekerjaan scrap besi pabrik eks-PT AAF, di Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, 10 Agustus 2020.

Peusijuek dilakukan ulama kharismatik Tgk. H. Ramli Bin Cut akrab disapa Abati Babah Buloh, sekaligus memimpin doa bersama. Turut hadir Asisten II Pemkab Aceh Utara, Muspika Dewantara, Forum Geuchik Dewantara, Direktur PT Kirana Saiyo Perkasa, Direktur SDM & Umum PIM, Sekretaris Perusahan PIM, Manajer Humas PIM, dan tokoh masyarakat.

PT Kirana Saiyo Perkasa adalah perusahaan begerak di bidang lelang pabrik dan kapal berkedudukan di Jakarta. Pada 22 April 2020, perusahaan itu ditunjuk oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebagai pemenang scrap pabrik AAF setelah 5 kali mengikuti tender.

"Berkat doa dan dukungan semua pihak, masyarakat serta alim ulama pada hari ini kami akan memulai pekerjaan scrap besi pabrik eks-AAF. Dalam pembongkaran pabrik, perusahaan kami akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan daerah yaitu PT Dian Pratama Dewantara untuk pemotongan besi dan pembongkaran pabrik," ujar Direktur PT Kirana Saiyo Perkasa, Marzuki Abdullah.

"Kenapa kami pilih PT Dian Pratama Dewantara, karena perusahaan ini merupakan perusahaan daerah dan kami mengutamakan perusahaan yang ada di daerah. Banyak kompetitor yang ingin bergabung dengan PT Kirana Saiyo Perkasa, namun kami tetap mengutamakan perusahaan daerah," tutur Marzuki Abdullah.

Marzuki Abdullah mengatakan dalam pembongkaran pabrik nantinya diharapkan PT Dian Pratama Dewantara dapat memanfaatkan tenaga kerja dengan komposisi 70% tenaga kerja lokal dan 30% tenaga dari luar, itupun tenaga skill yang tidak ada di daerah.

"Untuk pengangkutan besi kami menggunakan kapal menuju Jakarta, sedangkan sebagian besi kami bawa ke Medan menggunakan truk dan akan kami berdayakan perusahaan pengangkut yang ada di daerah ini. Sudah ada dua perusahaan yang menawarkan kepada kami namun baru satu perusahaan lokal yang di depan yang sudah kami lakukan penandatanganan kontrak kerja sama," ujarnya.

"Semuanya ini kami lakukan demi kebersamaan termasuk memberikan kesempatan kepada perusahaan lokal yang akan membeli besi–besi bekas dengan harga yang kompetitif," kata Marzuki Abdullah.

Sebagai rasa syukur, kata Marzuki Abdullah, pihaknya melaksanakan syukuran bersama 250 anak yatim dari 15 desa lingkungan dan sekaligus peusijuek pabrik eks-AAF yang akan di-scrap dengan harapan mendapat keberkahan dari Allah swt. Sehingga proses scrap pabrik AAF dapat berjalan dengan aman, lancar dan tidak ada kendala yang berarti di lapangan.

"Insya Allah ke depan jika pabrik ini selesai di-scrap akan tumbuh industri dan pabrik baru. Salah satunya yang sudah berminat berinvestasi adalah PT Korina Refinery Aceh yang berkerja sama dengan investor dari Qatar dan Dubai," ujar Marzuki Abdullah.

Sementara itu, Direktur SDM & Umum PT PIM, Usni Syafrizal, mengatakan di lokasi IMIA (Iskandar Muda Industri Area) ini sudah siap dioperasikan Pabrik Hidrogen Peroksida  (H2O2) oleh investor dari Jakarta. "Sehingga ke depan Dewantara khususnya dan Aceh Utara umumnya akan kembali berjaya seperti sediakala. Untuk itu mari kita sama-sama mendukung dan membangun Dewantara ini ke arah yang lebih baik dengan memberikan dukungan kepada PT Kirana Saiyo Perkasa dan perusahaan lain yang akan berinvestasi di kawasan industri IMIA," tuturnya.

Assisten II Pemkab Aceh Utara, Risawan Bentara, memberikan apresiasi kepada PT Kirana Saiyo Perkasa dan PT PIM dengan dimulainya pekerjaan pembongkaran pabrik eks-AAF. "Terbayang di hadapan kita Keude Krueng Geukueh akan redup dengan dibongkarnya pabrik AAF, namun yakin dan percayalah ini merupakan langkah awal kejayaan dan kemajuan Aceh Utara".

"Selaku Asisten II Bidang Investasi kami sudah pernah menjajaki kerja sama pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) untuk diekspor dan ini merupakan peluang besar yang harus kita lakukan di Kabupaten Aceh Utara khususnya Kecamatan Dewantara. Untuk itu dukungan keamanan dan kenyamanan kepada investor sangatlah diharapkan," ujarnya.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.