09 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Nasib Blok NSB di Aceh Utara Belum Diputus, Ini Kata Pengamat

...

  • PORTALSATU
  • 16 November 2019 13:00 WIB

Ilustrasi Blok NSB. Foto: bpma.go.id
Ilustrasi Blok NSB. Foto: bpma.go.id

BANDA ACEH - Kementerian ESDM bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sudah menggelar pertemuan, 14 November 2019 lalu. Namun, pemerintah belum memberikan kepastian soal kelanjutan kontrak PHE terkait pengelolaan Blok North Sumatera B (NSB) di Aceh Utara yang akan berakhir pada 17 November 2019.

"Sedang diproses, tunggu saja," ujar Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, di Jakarta, 15 November 2019, seperti dilansir katadata.co.id.

Direktur Hulu PT Pertamina, Dharmawan H. Samsu, juga mengisyaratkan belum adanya kepastian terkait Blok NSB. "Yang penting buat kami PHE NSB akan tetap menjaga kelangsungan operasi dengan sebaik-baiknya," kata dia.

Pertamina mengelola Blok NSB dengan kontrak sementara sejak Oktober 2018. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah beberapa kali memperpanjang kontrak sementara tersebut. Terakhir kali, kontrak diperpanjang selama 45 hari, berlaku sejak 4 Oktober lalu. 

Pengamat Migas yang juga Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, mengingatkan pentingnya keputusan segera soal kontrak Blok NSB. Pasalnya, PHE perlu kepastian untuk melakukan berbagai kegiatan investasi di Blok Migas tersebut. 

Perpanjangan kontrak sementara seperti yang terjadi saat ini membuat posisi PHE serba salah. "Kalau diperpanjang harusnya 20 tahun. Kalau lihat skema pendek akan sulit untuk berinvestasi," katanya. 

Menurut pandangannya, status Aceh sebagai daerah Istimewa harus jadi pertimbangan dalam memutuskan kelanjutan pengelolaan Blok NSB. "Harus dipertimbangkan lagi tidak semata mata bicara kepastian menggunakan gross split atau cost recovery," ujar Mamit.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Aceh memutuskan untuk mengambil alih pengelolaan Blok NSB di Aceh Utara. Keputusan tersebut dilatarbelakangi kekecewaan Pemerintah Aceh atas sikap PHE yang disebut tidak dapat memberi konfirmasi terhadap kesepakatan hasil pertemuan di Bandung. 

Hasil pertemuan di Bandung yang disepakati dan ditandatangani bersama Tim PHE dan Tim Pemerintah Aceh bahwa participating interest atau PI untuk Pemerintah Aceh sebesar 20%, skema pengelolaan cost recovery, split antara pemerintah dengan PHE adalah 70% : 30%.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur, yang juga Ketua Tim Negosiasi Pemerintah Aceh terkait perpanjangan kontrak Blok NSB atau Wilayah Kerja (WK) B kepada portalsatu.com, 7 November 2019.(BacaTernyata Persoalan Ini yang Memicu Pemerintah Aceh Untuk Ambil Alih Blok NSB)[]Sumber: katadata.co.id/nsy

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.