31 March 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pabrik Garam Beryodium di Pidie Terlantar

...

  • ZAMAH SARI
  • 18 February 2020 23:30 WIB

Bangunan pabrik garam beryodium Pidie terbengkalai. Foto: Zamah Sari/portalsatu.com
Bangunan pabrik garam beryodium Pidie terbengkalai. Foto: Zamah Sari/portalsatu.com

SIGLI -  Pabrik pengolahan garam beryodium milik Pemerintah Kabupaten Pidie yang dibangun tahun 2006 silam, kini terlantar. Bangunan berkonstruksi permanen itu terletak di Jalan Perumnas Gampong Gajah Aye, Kecamatan Pidie,  Kabupaten Pidie, terkesan tak bertuan. Kini juga ada bangunan lain dalam pekarangan pabrik garam itu.

Kabid Industri Kecil Menengah Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM)  Kabupaten Pidie, Mardaini, dikonfirmasi portalsatu.com, Selasa, 18 Februari 2020, mengatakan bangunan yang dibangun Disperindagkop- UKM Pidie, sekitar tahun 2006 tersebut, sesuai program untuk pengolahan rumput laut, namun diubah menjadi pabrik pengolahan garam beryodium.

"Pabrik garam beryodium itu dibangun kalau tidak salah saya tahun 2006 atau setelah Tsunami. Memang hingga saat ini terlantar karena tidak dipakai," ujar Mardaini yang mengaku tidak ingat lagi jumlah anggaran proyek itu dengan alasan belum sempat melihat data.


(Mardaini, Kabid Industri Kecil Menengah Disperindagkop-UKM Pidie. Foto: Zamah Sari/portalsatu.com)

Namun, Mardaini membantah jika bangunan itu tidak pernah difungsikan setelah dibangun. Menurut Mardaini, pada tahun 2013 bangunan tersebut pernah dikelola salah satu kelompok tani garam di Pidie. Namun hanya bertahan setahun dengan alasan tidak ada izin serta pemasaran kurang maksimal. Akhirnya pada tahun 2014 produksinya ditutup total hingga saat ini.

"Kita pernah mempercayai Asosiasi Petani Garam Pidie mengelola pabrik itu. Bahkan segala kebutuhan seperti mesin pengolah, bahan baku dan perlengkapan lainnya, tapi hanya setahun dikelola dengan alasan sulitnya mengurus izin serta lemahnya pemasaran garam lokal membuat pengelola berhenti," papar Mardaini.

Setelah itu, kata Mardaini, pihaknya pernah mencari investor lain untuk menjalin kerja sama, tetapi tidak satu pun pihak ketiga yang bersedia berinvestasi.

"Sulitnya investor yang mau karena di samping pabrik ada usaha pengumpulan sampah plastik sehingga menyebarkan aroma tak sedap. Mungkin itu salah satu kendala tidak ada investor yang mau investasi," ujarnya.

Disinggung bangunan gudang baru yang sudah berdiri dalam pekarangan pabrik tersebut milik siapa, Mardaini menjelaskan, sesuai permintaan pabrik itu akan disewakan kepada pengusaha pakan ternak. Tetapi pihaknya belum memutuskan sewa atau kerja sama. Untuk sementara diberikan izin kepada pengusaha pakan ternak memanfaatkan halaman pabrik saja.

"Gudang yang dibangun di halaman pabrik itu milik pengusaha pakan ternak yang rencananya akan menyewa pabrik untuk memproduksi pakan ternak," kata Mardaini yang mengaku belum ada keputusan final untuk pengalihan usaha.[] 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.