13 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pasar Induk Lhokseumawe, Belum Difungsikan Sudah Retak

...

  • Fazil
  • 15 October 2019 18:00 WIB

Pasar Induk Lhokseumawe di Jalan Lingkar Ujong Blang. Foto Fazil/portalsatu
Pasar Induk Lhokseumawe di Jalan Lingkar Ujong Blang. Foto Fazil/portalsatu

LHOKSEUMAWE – Pemko Lhokseumawe sampai saat ini belum memfungsikan Pasar Induk yang dibangun di Jalan Lingkar, Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti. Bangunan pasar itu dibangun sejak tahun 2015 sampai 2018 menghabiskan dana miliaran rupiah.

Pantauan portalsatu.com, Selasa, 15 Oktober 2019, di muka tembok bertuliskan "Pasar Induk (Terpadu) Kota Lhokseumawe, Banda Sakti, Lhokseumawe" tampak rumput liar menutupi tulisan tersebut. Rumput tebal juga menyemakkan halaman Pasar Induk itu.

Pintu gerbang  kompleks pasar itu tertutup rapat dan dikunci berantai dan bergembok. Tidak terlihat petugas keamanan di pos penjagaan.

Di dalam Kompleks Pasar Induk itu terdapat tiga “gudang komoditas” berdampingan dengan salah satu “gudang pendingin (cold storage)”. Selain itu, dua bangunan pasar yakni “Pasar Rakyat Ujong Blang”, dan “Pasar Rakyat Terpadu Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe”.

Sejumlah jendela kaca pada tiga “gudang komoditas” itu sudah hancur, seperti terkena batu.

Selain tiga gudang dan dua “pasar rakyat”, juga terdapat tempat bongkar muat barang yang berdiri tegak berwarna merah maron persis di samping “Pasar Rakyat Ujong Blang” dan “Pasar Rakyat Terpadu”. Namun, beberapa lembar atap spandek galvalum berwana merah maron itu sudah terlepas seperti diterpa angin.

Sedangkan di sejumlah titik dinding bagian dalam kedua pasar itu (“Pasar Rakyat Ujong Blang” dan “Pasar Rakyat Terpadu”) bercat warna hijau terlihat sudah retak-retak. Kondisi retak juga tampak di beberapa dinding lapak jualan yang terbuat dari beton di dalam bangunan pasar tersebut.

Kedua pasar itu memiliki 30 “kios” yang kabarnya akan diperuntukkan kepada para pedagang. Sebagian sudah dipasang pintu, sisanya terlihat masih terbuka.

Di dalam lapak jualan “Pasar Rakyat” tersebut, juga sudah terpasang bola lampu serta fasilitas pendukung lainnya, seperti kamar mandi yang sudah siap dimanfaatkan. Namun, bangunan menghabiskan anggaran negara miliaran rupiah itu belum difungsikan.

Data dilihat portalsatu.com pada laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Lhokseumawe, paket pembangunan Pasar Induk itu ditenderkan sejak tahun anggaran 2015 hingga 2018. Anggaran proyek tersebut di bawah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Lhokseumawe.

Tahun 2015, Pembangunan Pasar Induk Kota Lhokseumawe Tahap I dengan nilai pagu Rp2,75 miliar lebih dan HPS paket Rp2,75 miliar. Tahun 2016, Pembangunan Pasar Induk Kota Lhokseumawe Tahap II nilai pagu dan HPS paket Rp4,85 miliar lebih. Tahun 2017, Pembangunan Pasar Induk Kota Lhokseumawe Tahap III nilai pagu Rp2,5 miliar dan HPS paket Rp2,49 miliar lebih.

Tahun 2018, nama paketnya menjadi Biaya Jasa Konstruksi Fisik Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat Induk Terpadu Kec. Banda Sakti nilai pagu dan HPS paket Rp5,80 miliar lebih bersumber dari APBN. Selain itu, tahun 2018 juga ada paket Biaya Jasa Konstruksi Fisik Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat Ujong Blang nilai pagu dan HPS paket Rp5,68 miliar lebih, juga dari APBN.

Setelah pengamatan terhadap kondisi Pasar Induk tersebut, portalsatu.com mendatangi Kantor Disperindagkop-UKM Lhokseumawe, Selasa menjelang siang, untuk mengonfirmasi pihak SKPK tersebut. Namun, menurut staf kantor itu, Kepala Disperindagkop-UKM Lhokseumawe, Ramli, sedang melakukan dinas luar daerah. Kepala bidang pasar pun tidak berada di kantor itu.

Sekretaris Diperindagkop-UKM Lhokseumawe, Abdul Hadi, ditemui di kantornya, mengatakan, “mengenai proses pembangunan pasar itu sebaiknya ditanyakan kepada Pak Kadis, karena beliau yang lebih tepat untuk menjelaskannya, dan bagaimana fungsi atau kegunaan pasar rakyat tersebut”.

"Karena saya tidak bisa menyampaikan secara detail. Tapi kalau untuk peresmian Pasar Induk itu direncanakan dalam waktu dekat ini, yaitu pada 9 sampai 15 November 2019 mendatang. Itu sekaligus bertajuk 'Lhokseumawe city expo' yang akan diperkenalkan kepada masyarakat tentang Pasar Induk tersebut. Itu jika tidak ada halangan apapun," kata Abdul Hadi.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop-UKM Lhokseumawe, Ramli, dua kali dihubungi portalsatu.com, Selasa siang, tidak merespons panggilan masuk di telepon selulernya. Portalsatu.com kemudian mengirim pesan WhatsApp berisi konfirmasi rencana peresmian Pasar Induk, dan kondisi bangunan "Pasar Rakyat Ujong Blang" dan "Pasar Rakyat Terpadu" itu yang bagian dindingnya sudah retak.

"Bulan November 2019 rencananya (peresmian Pasar Induk)," kata Ramli via WhatsApp.

Namun, Ramli belum merespons soal kondisi bangunan pasar itu yang sebagian dindingnya sudah retak.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.