25 April 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pasar Terpadu Tapaktuan Diusulkan ber-SNI

...

  • PORTALSATU
  • 09 January 2017 16:30 WIB

@PORTALSATU.COM/HENDRIK MEUKEK
@PORTALSATU.COM/HENDRIK MEUKEK

TAPAKTUAN - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Aceh Selatan memprogramkan Pasar Terpadu Lhok Bengkuang menjadi satu-satunya pasar berstandard SNI di Aceh Selatan. Ini merupakan tindak lanjut dari program Kementerian Perdagangan dan Perindustrian RI yang mengharuskan setiap pemerintah daerah di Indonesia memiliki minimal satu pasar terpadu bersertifikat SNI.

“Program ini akan kita usulkan ke Kementerian Perdagangan dan Perindustrian paling lambat tahun 2018. Namun sebelum usulan ini diajukan ke kementerian kita harus merampungkan seluruh persiapan terlebih dahulu agar memenuhi syarat sesuai aturan yang telah ditetapkan,” kata Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindagkop dan UKM Aceh Selatan, Saiful Rahman, S.E di Tapaktuan, Senin, 9 Januari 2017.

Menurutnya, sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh sertifikat pasar ber-SNI tersebut selain harus mewujudkan kondisi lingkungan pasar yang bersih dan sehat, bangunan pasar juga harus dilengkapi beberapa fasilitas penunjang yang memadai seperti harus ada ruang ibu menyusui, gedung pengelola pasar, ruang toilet yang bersih, mushalla, ruang takar atau timbangan ukur ulang sesuai standard, serta tempat parkir yang luas termasuk penataan lingkungan pasar yang indah dan sejuk.

Untuk bangunan pasar sendiri, kata Saiful Rahman, dinilai sudah memenuhi syarat. Sebab sejumlah bangunan pasar modern yang dibangun d iatas lahan seluas 2 hektar lebih di bekas kompleks TPI Desa Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan sejak tahun 2015 hingga 2016 dengan menelan anggaran telah mencapai Rp 13 miliar lebih sudah memenuhi standard sebuah pasar yang layak memiliki sertifikat SNI.

Karena fasilitas ruangan dalam gedung pasar terpadu tersebut sudah cukup, jelas Saiful Rahman, maka para pedagang yang nantinya akan menempati gedung pasar yang baru selesai dibangun itu akan dipisah-pisahkan sesuai jenis barang yang mereka dagangkan.  

“Jika kondisi sebelumnya di Pasar Inpres Tapaktuan (pasar lama) para pedagang yang berjualan sering ditemukan bercampur aduk bahkan ada pedagang yang menjual barang tertentu di atas tanah dengan dilapisi selembar tikar, maka nantinya di pasar terpadu yang baru selesai dibangun kondisi seperti itu tidak boleh terjadi lagi."

Para pedagang yang berjualan di kios sudah disediakan secara khusus satu unit gedung berisi kios semua. Demikian juga para pedagang yang berjualan di pasar loss, juga telah disediakan gedung khusus. Pasar loss tersebut nantinya dibagi lagi, ada yang khusus pedagang berjualan sayur-sayuran, ikan, daging dan sebagainya. "Namun yang pasti seluruh pedagang yang berjualan di pasar loss tersebut wajib menjual barang dagangannya di atas meja yang bersih tidak boleh lagi di atas tanah,” papar Saiful Rahman.

“Sebab setelah program tersebut kita usulkan ke Kementerian Perdagangan dan Perindustrian, mereka akan turun ke Aceh Selatan untuk melakukan verifikasi dan validasi data. Jika berdasarkan hasil verifikasi tersebut pasar terpadu Tapaktuan dinilai layak baru pihak kementerian mengeluarkan sertifikat SNI. Perlu diketahui bahwa tidak mudah mendapatkan sertifikat SNI tersebut, sebab belum semua daerah di Indonesia yang telah memilikinya, di Provinsi Aceh sendiri baru Pasar Setui, Banda Aceh yang telah mampu mewujudkan program ini,” katanya.

Terkait keberadaan pasar terpadu Tapaktuan yang baru selesai dibangun tahun 2016 lalu, sambung Saiful Rahman, rencananya baru akan difungsikan oleh pihaknya pada pertengahan atau paling lambat akhir tahun 2017 mendatang. Hal itu dikarenakan pihaknya masih membutuhkan waktu untuk membenahi lokasi perkarangan pasar dimaksud yang masih tertutup semak belukar.

Untuk pembenahan tersebut, pihak Disperindagkop dan UKM Aceh Selatan telah mengusulkan anggaran dalam APBK tahun 2017 mencapai Rp 4 miliar lebih. Kebutuhan anggaran itu di antaranya untuk pembangunan pagar keliling, tempat parkir, drainase, rapat beton, pemasangan paving blok di seluruh halaman pasar, instalasi pengolahan air limbah dan penataan tanaman di sekitar halaman untuk menjadikan perkarangan pasar tersebut terlihat indah dan asri.

“Jika pekerjaan proyek ini mampu selesai dalam waktu dekat ini maka kami akan langsung memfungsikan pasar tersebut. Segala kekurangan yang masih terjadi akan disempurnaan kembali di kemudian hari. Terhadap para pedagang yang selama ini berjualan di Pasar Inpres Tapaktuan (pasar lama) sudah selesai kami lakukan pendataan. Mereka sangat menyambut baik permintaan untuk pindah ke bangunan pasar baru yang dinilai lebih representatif dan strategis. Jadi untuk langkah relokasi pedagang ke tempat baru kami nilai tidak ada masalah lagi,” katanya.[]

Laporan Hendrik Meukek

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.