28 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pemerintah Aceh Bahas Kekeringan di Aceh Besar

...

  • portalsatu.com
  • 28 January 2020 21:10 WIB

Asisten II Sekda Aceh, T. Ahmad Dadek memimpin rapat membahas dampak kekeringan sawah di Kabupaten Aceh Besar, Selasa, 28/01/2020. Foto: Humas Aceh
Asisten II Sekda Aceh, T. Ahmad Dadek memimpin rapat membahas dampak kekeringan sawah di Kabupaten Aceh Besar, Selasa, 28/01/2020. Foto: Humas Aceh

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh menggelar rapat membahas kekeringan sawah menyebabkan padi gagal panen atau puso yang melanda Kabupaten Aceh Besar, di Ruang rapat Asisten ll Sekda Aceh, Selasa, 28 Januari 2020.

Rapat dipimpin Asisten ll Sekda Aceh, Teuku Ahmad Dadek, itu melibatkan Dinas Pengairan Aceh, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh hingga Bappeda. 

Teuku Ahmad Dadek menjelaskan, rapat tersebut digelar untuk memetakan langkah dalam menghadapi kekeringan yang melanda areal persawahan di Kabupaten Aceh Besar. 

Dampak kekeringan tersebut dilaporkan telah merusak areal persawahan di Aceh Besar seluas 1.593 hektare. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah kecamatan di mana Seulimum merupakan kecamatan dengan luas areal sawah yang mengalami puso mencapai 683 hektare (ha). Selanjutnya, Kecamatan Kuta Cot Glie seluas 624 ha, Indrapuri 25 ha, Pulo Aceh seluas 224 ha, Krueng Barona Jaya 16 ha, Kuta Baro 10 ha, Jantho 8 ha dan Lhoknga 3 ha. 

Dalam rapat itu disebutkan, jika luas area sawah yang mengalami gagal panen tersebut dikalikan produktivitas tanaman 5 ton per ha, lalu dikalikan harga gabah Rp5.000 per kilogram, maka kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp40 M. 

"Perlu dukungan semua pihak untuk mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang terhadap kondisi tersebut mengingat tren kekeringan terus meningkat, terutama di Aceh Besar," kata Ahmad Dadek. 

Setidaknya ada dua solusi untuk menangani kekeringan area persawahan yang disimpulkan dalam rapat tersebut, yakni menggunakan pompanisasi, membangun sumur bor atau sumur dangkal. 

Namun begitu, untuk memastikan solusi apa yang akan ditempuh, diperlukan langkah penelitian langsung ke lapangan guna melihat kondisi persawahan. Pengecekan ke lapangan akan dilakukan pada Kamis mendatang dengan lokasi yang akan dikunjungi adalah kawasan Seulimum dan Kuta Cot Glie. 

"Tolong lihat pola apa yang paling cocok, apakah sumor bor, atau pompanisasi," kata Ahmad Dadek.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.