05 December 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pengelola BUMK se-Gayo Lues Dilatih Manajemen Keuangan, Ini Pesan Wabup

...

  • Win Porang
  • 21 September 2020 18:00 WIB

Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani saat membuka pelatihan manajemen keuangan BUMKp. Foto: Win Porang
Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani saat membuka pelatihan manajemen keuangan BUMKp. Foto: Win Porang

BLANGKEJEREN - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Gayo Lues menggelar pelatihan manajemen keuangan kepada pengelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMKp). Pasalnya, 80 persen BUMKp di kabupaten berjuluk Negeri Seribu Bukit itu tidak aktif dalam memafaatkan dana BUMKp.

H.Jata, S.E., Kepala DPMK Gayo Lues, Senin, 21 September 2020, mengatakan total BUMKp di Gayo Lues mencapai 136 sesuai jumlah desa definitif. Sedangkan desa persiapan belum memiliki BUMKp.

"Dari 136 BUMKp, yang aktif baru 20 persen, sedangkan 80 persen lainya belum ada aktivitas yang signifikan, dan hanya bersifat simpan pinjam modal saja di desanya," kata Jata saat menyampaikan laporan di hadapan Wakil Bupati Gayo Lues, H. Said Sani pada acara pelantihan di Gedung Nusa Indah Blangkejeren.

Seharusnya, kata Kepala DPMK, dana BUMKp mampu menopang perekonomian masyarakat dengan mengelola sumber daya alam yang ada. Sehingga manfaat dana BUMKp itu benar-benar dirasakan masyarakat untuk kesejahteraan penduduk desa setempat.

"Tujuan kami mengadakan kegiatan ini agar pengelolaan BUMKp berjalan baik, terutama semua kepengurusannya memenuhi persyaratan, dan mampu merencanakan BUMKp untuk kemajuan. Artinya tidak hanya simpan pinjam kegunaan uang BUMKp itu, karena kalau simpan pinjam, meminjamnya mudah, mengembalikanya susah," jelasnya.

Dia meminta semua peserta pelatihan mengikuti kegiatan ini dengan baik. DPMK akan terus melakukan pelatihan secara bertahap untuk semua pengelola BUMKp di Gayo Lues.

Wakil Bupati Gayo Lues, Said Sani, saat membuka acara itu mengatakan BUMKp ke depannya harus mampu menangkal permainan tengkulak. Pasalnya, hasil pertanian di Gayo Lues sangat banyak tetapi harga jualnya murah, mengakibatkan perekonomian warga menjadi lesu.

"BUMKp ini adalah tempatnya sarjana yang ingin mengabdi untuk desa, kalau desa bisa dijadikan sebagai wisata, jadikanlah melalui BUMKp. Begitu juga jika hasil pertaniannya banyak, silakan BUMKp yang menampung dan menjualnya lagi keluar daerah," katanya.

Wakil Bupati mengingatkan anggaran BUMKp jangan habis hanya untuk honor petugas tanpa ada manfaat yang jelas. "Jika tidak berpikir dari sekarang, dana BUMKp ke depan akan tinggal kenangan saja".

"Jadi, tindakan kita agar semua BUMKp di Gayo Lues berjalan normal, kita akan melakukan pembinaan seperti acara sekarang ini. Untuk pengawasan, itu khusus dilakukan oleh Inspektorat. Mudah-mudahan dengan pelatihan ini menambah semangat pengurus BUMKp dalam mengelola anggaran, dan mampu mengurangi angka kemiskinan," jelasnya.[]

 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.