29 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Penjelasan Plt. Gubernur Aceh Soal Pemasangan Stiker BBM Bersubsidi

...

  • Fakhrurrazi
  • 25 September 2020 20:20 WIB

Foto: Khairul Anwar
Foto: Khairul Anwar

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menjelaskan alasan kebijakan pemasangan stiker Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Berdasarkan fakta di lapangan terjadinya antrean konsumen dalam pengisian premium dan solar subsidi dihampir seluruh SPBU Kabupaten/Kota di wilayah Aceh.

"ini sangat mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat seperti, kemacetan dan membuat akses ke pertokoan, kios-kios, perkantoran dan usaha kecil lainnya di sekitar SPBU terganggu," kata Nova dalam jawabannya terhadap hak interpelasi DPRA saat rapat paripurna, Jumat, 25 September 2020.

Nova mengatakan, selain program “stikering” ini juga bertujuan untuk melindungi kepentingan konsumen dan sebagai sarana edukasi secara moral bagi konsumen yang layak menggunakan premium dan solar subsidi.

Kuota diberikan dan disetujui Pemerintah Pusat melalui Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, setiap tahunnya selalu di bawah usulan Pemerintah Aceh. Tahun 2020 Provinsi Aceh mendapat BBM jenis premium sebanyak 190.685 kiloliter dan solar subsidi 358.917 kiloliter. 

"Sedangkan usulan Pemerintah Aceh tahun 2020 untuk premium sebanyak 192.723 kiloliter dan solar 395.381 kiloliter," ungkapnya.

Terhadap pengawasan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Aceh tersebut, sebagaimana diatur Peraturan Gubernur Aceh Nomor 128 Tahun 2016 tentang Kedudukan Susunan Organisasi Tugas Fungsi dan Tata Kerja Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, merupakan salah satu tugas dan fungsi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh. 

Hal ini, sebut Nova, sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh juga memiliki tugas pada Bidang Minyak dan Gas Bumi.

Kebijakan Pemerintah Aceh (Plt. Gubernur Aceh) tentang pemasangan “stickering” melalui Surat Edaran Gubernur merupakan srategi, untuk menguatkan peraturan terkait yang sudah ada dan bersifat imbauan moral untuk menggugah masyarakat yang memiliki mobil mewah atau RON Tinggi agar tidak menggunakan premium dan solar subsidi. 

"Hal ini juga tidak betentangan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen," tuturnya.

Terkait pengadaan dan pemasangan stiker, peluncuran serentak di 126 SPBU seluruh Aceh, biaya sosialisasi di media dan fasilitas lainnya tidak menggunakan dana bersumber dari APBA, tetapi semuanya dibiayai PT Pertamina (Persero).

Hasil evaluasi kebijakan tersebut, Nova menjelaskan, sejak diberlakukannya program “stickering”, berdasarkan fakta di lapangan, antrean panjang relatif sudah tidak terjadi lagi di hampir semua SPBU di seluruh Aceh, sehingga aktivitas perniagaan masyarakat di sekitar SPBU kembali normal.

"Sebahagian besar masyarakat pengguna kendaraan premium dan solar subsidi sangat mendukung," jelas Nova Iriansyah.[](*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.