15 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Penuhi Janji 2 Hektare/KK, Aceh Tengah akan Ambil Alih Lahan Prabowo

...

  • KOMPAS
  • 18 June 2019 23:50 WIB

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar. Foto kompas.com
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar. Foto kompas.com

TAKENGON - Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, mengatakan, pihaknya akan memenuhi janji kampanye, yakni pemberian 2 hektare lahan pertanian kepala keluarga baru.

Saat ini, pihaknya baru menentukan lokasi serta menjaring calon petani yang berhak mendapatkan lahan tersebut. "Saat ini baru tingkat penentuan lokasi dan penjaringan calon petani. Sebetulnya 2019 sudah action, tetapi karena keterlambatan dari Dinas Pertanian dalam menentukan lahan di sejumlah titik," kata Shabela ditemui di Pendopo Bupati Aceh Tengah, 17 Juni 2019.

Pernyataan Shabela tersebut untuk menjawab kritikan sejumlah kalangan terkait belum direalisaiskannya janji 2 hektare lahan per kepala keluarga baru. Padahal, Shabela bersama wakilnya, Firdaus sudah memimpin Aceh Tengah selama 1,5 tahun.

"Ini yang belum ada kejelasan saat itu, selanjutnya 2018 akhir kita sudah mendapatkan laporan, di mana peta lahan dan calon petani. Karena ini terlambat, saya bentuk tim. Nah, sekarang sudah ada yang mendaftar di Dinas Pertanian," kata Shabela.

Ia menginformasikan, pendaftaran calon penerima manfaat untuk program itu bukan hanya melalui Dinas Pertanian Aceh Tengah, tetapi juga bisa lewat kecamatan. Para calon petani yang berhak mendapa 2 hektare lahan itu diutamakan untuk keluarga baru yang saat ini tinggal bersama orangtua dan memiliki lahan pertanian terbatas.

"Lebih utama lagi yang sudah punya anak, apakah dia mau sawah, kebun, ini yang didaftar di pertanian," ujarnya.

Ia menambahkan, penerima bantuan program tersebut tidak dibatasi, karena pihaknya yakin punya lahan yang cukup luas untuk mewujudkan program ini.

Shabela menyatakan, pihaknya telah membentuk tim untuk menyukseskan program ini. Tim tersebut diketuai salah satu asisten daerah (asda).

"Program ini semacam keragaan Proyek Peremajaan, Rehabilitasi dan Perluasan Tanaman Ekspor (Proyek PRPTE) terutama untuk kopi arabika Gayo untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di Aceh Tengah, terutama yang kurang mampu," terang Shabela.

Ambil alih lahan perusahaan

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah menyurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk meminta areal penggunaan lahan (APL) yang saat ini berstatus hak pengusahaan hutan (HPH) PT Tusam Hutani Lestari (THL) yang mencapai belasan ribu hektare untuk dikelola oleh pemerintah setempat. Pengambilalihan tanah itu untuk mendukung janji politik 2 hektare per kepala keluarga.

"Karena di THL, di samping ada APL yang belum dibuka, ada hak kepala daerah untuk membagi kepada rakyat, membuka lahan dua sampai lima hektare. Berarti di dalam HPH THL, ada APL sekitar 11.000 hektare. Ini yang sudah kita sampaikan melalui surat ke kementerian," ungkap Shabela.

Namun, kata Shabela, hingga saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum membalas surat tersebut. Sebaliknya kementerian menyarankan agar Pemkab Aceh Tengah memanggil THL. Langkah tersebut dianggap Shabela keliru, sehingga pemerintah tidak melanjutkan saran tersebut.

"Seharusnya kementerian menjawab agar THL memberikan lahan APL yang ada di dalam HPH THL kepada Pemerintah Aceh Tengah untuk menyejahterakan rakyat," tegasnya.

Bukan hanya itu, Shabela menganggap kementerian terkait seharusnya menegur PT THL, karena selama ini menggunakan lahan APL yang sama sekali tidak boleh dipakai oleh perusahaan yang saham terbesarnya milik mantan Danjen Kopassus, Prabowo Subianto itu.

"Lokasi APL di THL itu ada beberapa titik indikasinya, seperti di Penarun, Serule, Jerata," sebut Shabela.

Saat ini, kata Shabela, program 2 hektare per KK sudah sampai tahap seleksi penerima manfaat. Meski diakui terlambat dalam realisasi, namun Shabela menyayangkan tidak banyak warga yang mendaftar. Padahal program itu sudah disosialisasikan kepada kepala desa dalam sejumlah kegiatan.

"Janji politik ini harus direalisasikan, akhir tahun ini harus sudah dikerjakan. Saya kira selain ini, janji politik kami adalah reformasi birokrasi," pungkasnya.

Penulis: Iwan Bahagia.[]Sumberkompas.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.