26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Persoalan Tenaga Kerja, Dewan Minta PHE Prioritaskan Putra Daerah

...

  • PORTALSATU
  • 20 February 2018 18:30 WIB

@Irman/portalsatu.com
@Irman/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE – DPRK Aceh Utara meminta PT Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB dan NSO mengutamakan putra daerah di lingkungan perusahaan ini dalam perekrutan tenaga kerja.

Hal itu disampaikan pihak DPRK dalam pertemuan dengan Field Manager PHE NSB dan NSO, Indra Sakti, di Ruangan Serba Guna Gedung DPRK Aceh Utara, Senin, 19 Februari 2018, sore. Turut hadir Wakil Ketua I DPRK, H. Mulyadi CH, Wakil Ketua III DPRK, H. Abdul Muthalib, Sekda Aceh Utara, Abdul Aziz, Kepala Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (PMT2K), Marzuki, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Edi Anwar, Camat Tanah Luas, Camat Matangkuli, Camat Nibong, Camat Syamtalira Aron, dan Ketua Asosiasi Geuchik Aceh Utara, Abubakar.

Persoalan tenaga kerja dibahas usai pembahasan terkait kondisi jalan rusak berat sepanjang 76,71 Km di lingkungan PHE. (Baca: Dewan Aceh Utara Desak PHE Perbaiki 76,71 Km Jalan Rusak Berat)

Kepala Dinas PMT2K Aceh Utara, Marzuki mengatakan, jumlah pengangguran di kabupaten ini setiap tahun bertambah. Pasalnya, ada tamatan SMA sederajat yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ada pula lulusan kampus belum memiliki pekerjaan.

“Penyediaan lapangan kerja masih terbatas, tidak bertambah. Ini suatu permasalahan. Ini tanggung jawab pemerintah dan juga perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh Utara. Karena dampak dari banyak pengangguran banyak efeknya,” kata Marzuki.

Lihat juga: Tingkat Pengangguran Terbuka: Aceh Utara dan Lhokseumawe Tertinggi di Aceh

Marzuki meminta PHE berkoordinasi dengan Dinas PMT2K Aceh Utara jika ada perekrutan tenaga kerja baru. “Jika ada penerimaan karyawan baru, mohon diberikan info kepada kami, karena selama ini kami tidak tahu. Sedangkan masyarakat menanyakan kepada kami,” ujarnya.

Dia juga berharap, PHE memberikan pelatihan kepada para pemuda di Aceh Utara untuk mengembangkan keterampilan. “Sehingga mereka nanti mendapat pekerjaan yang layak,” kata Marzuki.

Namun, Marzuki meminta PHE menggunakan dana perusahaan di luar Corporate Social Responsibility (CSR/Tanggung jawab Sosial Perusahaan) saat mengadakan pelatihan terhadap para pemuda. “Untuk pelatihan kalau bisa di luar CSR. Karena CSR sudah ada Perbup (Peraturan Bupati Aceh Utara tentang Dana CSR)-nya, ada pengelola. Jadi semua dana CSR dikumpulkan pada satu pos, diselaraskan dengan program pemda,” ujarnya.

Anggota DPRK Aceh Utara, Anwar Sanusi mengingatkan PHE agar transparan dalam perekrutan tenaga kerja. Dia meminta PHE memprioritaskan putra daerah di lingkungan perusahaan dalam perekrutan tenaga kerja baru. “Soal tenaga kerja perlu transparansi, perlu kirim data ke dinas terkait. Berapa jumlah orang Aceh yang bekerja di PHE. Jangan terlalu banyak dibawa orang dari luar,” kata anggota dewan yang akrab disapa Geuchik Wan.

Field Manager PHE NSB dan NSO, Indra Sakti, mengatakan, selama ini pihaknya melaksanakan program magang bekerja sama dengan Politeknik Negeri Lhokseumawe untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dari kampus itu. Soal tenaga kerja di PHE yang beroperasi di Aceh Utara, kata dia, sebagian besar merupakan putra daerah terutama di ring 1 dan 2.

Terkait perekrutan tenaga kerja baru, Indra mengatakan, saat ini belum dilakukan. Pasalnya, PHE sedang mengurus perpanjangan kontrak baru untuk kelanjutan operasional setelah berakhirnya kontrak lama pada Oktober 2018 mendatang.

“Sebelum ada itu (kontrak baru untuk PHE), untuk merekrut tenaga kerja baru belum bisa. Jika sudah disetujui dan sudah ada program produksi atau pengembangan di lapangan, tentu manajemen akan membuka pintu untuk bisa menampung tenaga kerja di Aceh Utara,” ujar Indra.

Indra mengatakan, nantinya PHE akan mengutamakan lulusan perguruan tinggi lokal saat perekrutan tenaga kerja baru setelah tuntas perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Migas (NSB dan NSO). Dalam perekrutan tenaga kerja, kata dia, pihaknya akan berkerja sama dengan Politeknik Negeri Lhokseumawe dan Unsyiah. “Kami mohon doa agar bisa disambung 20 tahun lagi,” katanya.[](idg)

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.