07 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pertamina Aceh Menskors Empat SPBU Nakal

...

  • portalsatu.com
  • 29 November 2019 15:00 WIB

Sales Executive Retail wilayah VI Banda Aceh PT Pertamina, Dimas Mulyo W Saptro. @Khairul/Portalsatu.com
Sales Executive Retail wilayah VI Banda Aceh PT Pertamina, Dimas Mulyo W Saptro. @Khairul/Portalsatu.com

BANDA ACEH - Pertamina wilayah kerja VI Aceh menskors empat Sarana Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di tiga kabupaten/kota. Keempat SPBU tersebut diduga mempermainkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.

Sales Executive Retail wilayah VI Banda Aceh PT Pertamina, Dimas Mulyo W Saptro menegaskan, terbongkarnya aksi penggelembungan BBM dan permainan BBM bersubdisi jenis solar setelah diperiksa rekaman CCTV yang dipasang sejumlah SPBU.

“Akhirnya Pertamina menemukan empat, SPBU 14.241.406 Kabupaten Pidie, SPBU 14.241.453 Kabupaten Pidie, SPBU 14.231.357 Kota Banda Aceh, SPBU 14.233.417 Kabupaten Aceh Besar,” kata dia, Jumat, 29 November 2019.

Pertamina telah menskors SPBU nakal, mencabut pasokan BBM bersubsidi jenis solar selama sebulan. Selain itu, Pertamina juga mendenda SPBU itu untuk membayar jumlah kerugian keuangan negara.

“Pertamina terus memantau dan mengawasi sejumlah SPBU. Nah, jika ada SPBU yang nakal, silakan melaporkan ke Pertamina, akan diproses,” paparnya.    

Menurut dia, modus penggelembungan BMM jenis solar yang bersubsidi itu dengan cara, pembeli menggunakan mobil memodifikasikan tangki minyak. Bahkan, ada mobil, dalam sekali isi BMM bersubsidi di SPBU hampir satu ton.

“Pengisian BBM kalau yang standar, hanya beberapa menit saja. Di situlah terbongkar setelah terekam CCTV,” jelasnya.

Dia menjelaskan, Pertamia sulit untuk mengawasi BBM yang bersubsidi di sejumlah SPBU. Pasalnya, penggelembungan harga BBM itu bermacam modus yang digunakan oleh pemilik kendaraan.

“Contoh, kadang-kadang pemilik kendaraan mengisi BMM penuh, kemudian membongkar, selanjut mengisikan lagi, seprti itulah yang terjadi, Pertamina sulit untuk mengawasinya,” tegasnya.

Menurut Dimas, akibat pengelembungan BBM bersubsidi, kuota BBM yang diisikan sejumlah SPBU tidak mencukupi kebutuhan kenderaan lain.[]

Penulis: Khairul Anwar

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.