20 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pertemuan Dubes Swedia dan Finlandia dengan Wali Nanggroe Aceh Bahas Ini

...

  • portalsatu.com
  • 07 September 2019 11:30 WIB

PYM Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haythar foto bersama dengan Duta Besar Finlandia Jari Sankiri (dua dari kanan) di Ruang Kerja Duta Besar Finlandia, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Pusat, 6 September 2019. Foto BPPA
PYM Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haythar foto bersama dengan Duta Besar Finlandia Jari Sankiri (dua dari kanan) di Ruang Kerja Duta Besar Finlandia, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Pusat, 6 September 2019. Foto BPPA

JAKARTA - Duta Besar Swedia, Marina Berg, mengatakan negaranya punya niat untuk melakukan investasi di Provinsi Aceh dalam bidang energi dan lingkungan hidup. 

Hal itu disampaikan Marina Berg saat menerima kunjungan Padukan Yang Mulia (PYM), Wali Nanggroe Aceh (WN), Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar di Menara Rajawali, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis, 5 September 2019.

"Di samping itu, kebijakan Pemerintah Swedia juga sangat peduli terhadap demokrasi, egaliter, gender, dan human right. Pemerintah Swedia juga sudah melakukan kerja sama ekonomi dengan Pemerintah Indonesia," jelasnya.

Oleh karena itu, Berg menyambut baik kunjungan Wali Nanggroe dengan harapan apa yang diniatkan bisa direalisasi.

Sementara, PYM WN Malik Mahmud Al-Haytar menjelaskan perkembangan Aceh setelah 14 tahun perdamaian kepada Marina Berg. 

"Aceh sekarang dalam tahapan-tahapan membenah diri dan pembangunan di berbagai sektor. Kita berharap Swedia dapat berpartisipasi dalam tahapan-tahapan pembangunan tersebut, terkhusus sektor ekonomi, teknologi, kesehatan dan pendidikan," jelas Malik Mahmud didampingi staf khusus WN, M. Raviq kepada Dubes Swedia.

Malik Mahmud juga mengundang Marina Berg untuk menghadiri peringatan MoU Helsinki ke-15 tahun pada Agustus 2020 mendatang.

"Dan Duta Besar Marina Berg didampingi Wakilnya, Johan Hultquist bersedia hadir pada acara 15 tahun perdamaian MoU Helsinki tahun 2020, dan dalam waktu dekat Duta Besar Swedia akan mengunjungi Aceh," jelasnya.

Malik Mahmud pada kesempatan lain, Jumat, 6 September 2019, juga bertemu dengan Duta Besar Filandia, Jari Sankiri.

Adapun yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut terkait bagaimana proses kerterlibatan Filandia dalam perdamaian di Aceh. 

"Dari pemaparan tersebut pula, maka kita juga mengajak Pemerintah Filandia untuk kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan dengan Aceh, seperti kita mengajak kerja sama dengan Swedia," katanya.

Atas ajakan kerja sama itu, dalam waktu dekat Duta Besar Finlandia juga akan berkunjung ke Aceh. "Adapun tujuannya untuk melihat dari dekat potensi Aceh, sehingga dapat dilakukan kerja sama dengan Pemerintah Filandia," ujar Malik Mahmud.

Selain itu, lanjut Malik Mahmud, Duta Besar Finlandia juga bersedia untuk hadir pada acara 15 tahun perdamaian MoU Helsinki tahun 2020 mendatang.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.