22 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Petani Sawit Abdya Berharap Pejabat Tidak Seperti ‘Macan Ompong’

...

  • PORTALSATU
  • 16 November 2018 15:40 WIB

Muazam memperlihatkan satu tandan buah segar besar usai dipetik dikebunnya di kawasan Babahrot, Aceh Barat Daya, belum lama ini. Foto: portalsatu.com/Suprian
Muazam memperlihatkan satu tandan buah segar besar usai dipetik dikebunnya di kawasan Babahrot, Aceh Barat Daya, belum lama ini. Foto: portalsatu.com/Suprian

BLANGPIDIE - Muazam, petani kelapa sawit di Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya (Abdya), berharap pejabat di Tanah Air tidak seperti "macan ompong".

“Kita ingin pejabat tegas. Jangan seperti baru-baru ini setelah menetapkan harga pembelian TBS minmal Rp1.200 per kg, tapi tidak ditindak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) nakal membeli di bawah harga itu,” kata Muazam di Blangpidie, Jumat, 16 November 2018.

Muazam mencontohkan, PKS 'RM' di Nagan Raya. Sejak dikeluarkan penetapan harga pembelian TBS oleh Pemerintah Aceh, pengusaha pabrik itu tidak pernah membeli buah sawit petani sesuai harga ditetapkan pemerintah.

“Paling tinggi dibeli Rp1.050 per kg. Kalau hari ini (Jumat) harga pembelian pabrik itu murah lagi, sekitar Rp1.000 per kg. Tapi tidak ada reaksi apa-apa dari pemerintah. Seharusnya pejabat turun menegur pengusaha itu,” ujar Muazam.

Muazam menyayangkan para pejabat tidak menghiraukan murahnya harga TBS petani. "Kalau tingkat petani harga TBS ditampung tengkulak murah lagi sektar Rp700 per kg. Makanya tidak heran banyak kebun sawit rakyat sekarang tidak terurus lagi. Petani tidak mampu lagi merawat, apalagi membeli pupuk,” ungkapnya.

Muazam berkata, murahnya harga TBS sejak enam bulan terakhir membuat petani sawit menderita. Banyak petani yang sebelumnya telah mengambil kredit diperbankan akhirnya macet, karena pendapatan dari hasil produksi kelapa sawit tidak sesuai lagi dengan modal dikeluarkan saat merawat kebun sawit.

“Kita minta pemerintah membuat kebijakan baru agar harga pembelian TBS lebih meningkat lagi. Sehingga penderitaan petani sawit selama ini bisa teratasi,” ujar Muazam.[](Suprian)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.