31 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Potensi Migas di Blok Singkil dan Meulaboh, Ini Kata BPMA

...

  • PORTALSATU
  • 06 July 2020 13:30 WIB

Ilustrasi Blok Migas lepas pantai. Foto: dok. PHE
Ilustrasi Blok Migas lepas pantai. Foto: dok. PHE

BANDA ACEH - Aceh berpeluang mendapatkan dua sumber baru minyak dan gas bumi dari Blok Singkil dan Blok Meulaboh di perairan pantai barat-selatan Aceh.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Eksplorasi dan Eksploitasi Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Ibnu Hafizh, berdasarkan hasil joint study assessment (JSA) dilakukan perusahaan migas asal Singapura, Conrad Petroleum menggandeng Universitas Pembangunan Nasional Veteran, dan Frontier Point Ltd menggandeng Universitas Trisakti.

Total potensi di Blok Singkil dengan asumsi P50 adalah sebesar 296 miliar kaki kubik gas (BCF). Sementara Blok Meulaboh memiliki potensi Minyak Bumi dengan asumsi P50 sebesar 192 juta barel minyak (MMBO) dan potensi gas dengan asumsi yang sama sebesar 1,1 triliun kaki kubik gas (TCF) ditangani Frontier Point Ltd.

Berdasarkan hasil studi bersama tersebut, potensi hidrokarbon diyakini berada pada Wilayah Kerja Offshore South West Aceh (Blok Singkil) dengan luas area kerja sebesar 8200 km2 dan Offshore North West Aceh (Blok Meulaboh) seluas area 9200 km2, dengan risiko geologi rata-rata moderate to high risk khususnya di keberadaan source rock.

Ibnu mengatakan dengan adanya temuan tersebut menggambarkan tren positif untuk aktivitas investasi  industri hulu migas di Aceh.

“Informasi ini dipaparkan dalam presentasi akhir studi bersama di Wilayah Kewenangan Aceh untuk Offshore South West Aceh (OSWA) Blok Singkil oleh Conrad Petroleum dan North West Aceh (ONWA) Blok Meulaboh oleh Frointier Point Ltd melalui video conference pada minggu lalu di hadapan Tim Penawaran Wilayah Kerja (WK) Migas Aceh,” kata dia, 1 Juli 2020.

Conrad Petrolum Ltd dan Frontier Point Ltd berminat untuk melanjutkan hasil studi bersama ke penawaran langsung untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi di area tersebut.

Untuk itu, Conrad Petroleum Ltd dan Frontier Point Ltd diminta segera menyampaikan hasil studi dan keputusan atas tindak lanjut joint study tersebut kepada Direktur Jenderal Migas EDSM c/q Tim Penawaran WK Migas Aceh paling lambat selama 14 hari kerja sejak presentasi dilakukan pada 26 Juni 2020 lalu.

"Pelaksanaan studi bersama dinyatakan telah selesai baik Conrad Petroleum Ltd maupun Frontier Point Ltd dan telah disampaikan pada presentasi akhir studi bersama mereka kepada Tim Penawaran Migas Aceh yang terdiri dari Pemerintah Pusat diwakili Ditjen Migas, Pemerintah Aceh diwakili Dinas ESDM Aceh, BPMA, dan sivitas akademika," jelasnya.[]Sumberbisnis.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.