20 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Kontrak Sementara akan Berakhir Oktober
Proposal Pertamina Blok NSB, BPMA Tunggu Persetujuan Gubernur Untuk Diajukan ke Menteri

...

  • PORTALSATU
  • 06 September 2019 20:30 WIB

Azhari Idris. Foto dok. Portalsatu/Fazil
Azhari Idris. Foto dok. Portalsatu/Fazil

BANDA ACEH - Pemerintah sampai saat ini belum memberikan kepastian terkait perpanjangan kontrak jangka panjang Blok North Sumatera B (NSB) di Aceh Utara. Sedangkan kontrak sementara kedua untuk PT Pertamina Hulu Energi (PHE) akan berakhir pada 3 Oktober 2019 mendatang.

PelaksanaTugas Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Azhari Idris, dihubungi portalsatu.com, Jumat, 6 September 2019, sore, mengatakan pihaknya sedang menunggu persetujuan Gubernur Aceh terhadap proposal PT Pertamina (Persero). Proposal final itu untuk kontrak pengelolaan Blok NSB selama 20 tahun ke depan.

"Kita sudah terima proposal dari Pertamina sekitar dua minggu lalu, dan sudah kita bahas dengan Pemerintah Aceh. Kami sedang menunggu persetujuan Pak Gubernur untuk kemudian BPMA akan mengajukan ke Pak Menteri (ESDM)," ujar Azhari Idris.

Menurut Azhari, Pemerintah Aceh menginginkan pengelolaan Blok NSB untuk kontrak jangka panjang dengan skema cost recovery. "Nanti kita akan ajukan ke Pak Menteri," katanya.

Azhari tidak dapat memastikan, apakah kontrak jangka panjang tersebut akan lahir sebelum berakhirnya kontrak sementara untuk PHE pada 3 Oktober mendatang. Pasalnya, keputusan itu berada di tangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Kalau misalnya Pak Gubernur balas surat hari ini, besok pagi kita kirim ke Menteri. Jadi, secepat mungkin kita ingin terima surat Gubernur supaya bisa segera kita ajukan ke Menteri. Sehingga, kalau nantinya Pak Menteri punya pertimbangan lain, kita punya waktu untuk diskusi. Keputusan akhir semua ada di Menteri kan," ujar Azhari.

Sebelumnya, dikutip portalsatu.com dari katadata.co.id, 6 September 2019, PT Pertamina menyatakan pembicaraan tentang perpanjangan kontrak jangka panjang Blok NSB dengan BPMA dan pemerintah saat ini dalam tahap final. "Wilayah Kerja B (NSB), dalam tahap final pembicaraan dengan BPMA dan pemerintah. (Untuk) lebih memastikan bahwa transisinya matang," ujar Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H. Samsu.

Dharmawan mengatakan, pembicaraan tentang perpanjangan kontrak Blok NSB selama 20 tahun ke depan dibutuhkan diskusi secara matang dengan pemerintah. "Kalau dalam dialog kita harus benar-benar memberikan waktu yang cukup. Karena kita kan berbicara untuk 20 tahun ke depan," katanya.

Dia menyebutkan, pihaknya akan terus mengikuti arahan dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Aceh terkait keputusan perpanjangan kontrak Blok NSB kepada PHE. "Nanti Pemerintah Aceh dengan (pemerintah) pusat melakukan dialog. Kita juga mengikuti proses dialognya. Tapi kan artinya produksi tetap jalan," ujar Dharmawan.

Dharmawan optimistis jika keputusan perpanjangan kontrak Blok NSB untuk PHE akan diputuskan sebelum masa kontrak sementara kedua berakhir pada Oktober mendatang.

Untuk diketahui, Blok NSB yang dikelola PT PHE sejak Oktober 2015 setelah mengakuisisi hak kelola ExxonMobil, kontraknya berakhir pada 3 Oktober 2018. Menteri ESDM lalu menyetujui perpanjangan kontrak sementara sesuai usulan BPMA, yakni selama enam bulan, sejak 4 Oktober 2018 sampai 3 April 2019.

PHE kemudian mendapatkan kontrak sementara kedua yang berlaku 4 April hingga enam bulan ke depan, yakni 3 Oktober 2019. (Baca: Lagi, Menteri ESDM Setujui Pengelolaan Blok NSB Untuk PHE 6 Bulan)[](nsy)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.