24 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Puluhan Hektare Sawah di Pidie Kering, Ini Penyebabnya

...

  • ZAMAH SARI
  • 10 January 2020 15:00 WIB

Foto: Zamah Sari/portalsatu.com
Foto: Zamah Sari/portalsatu.com

SIGLI - Puluhan hektare sawah di Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, dilanda kekeringan. Lahan sudah digarap para petani tidak bisa ditanami padi.

Abdurrahman, Ketua Kelompok Tani (Poktan)  di Kemukiman Sanggeu, Kecamatan Pidie, kepada portalsatu.com, Jumat,  10 Januari 2020, mengatakan, para petani di Gampong Jeumpa, Langgo, dan Siroeng, kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka yang sudah digarap.

"Kami sudah menggarap sawah, namun tidak dapat menanam padi lantaran sulitnya mendapatkan air, sehingga lahan yang sudah dibajak mengalami kekeringan," keluhnya.

Selain tidak ada curah hujan, keringnya sawah petani juga disebabkan kecilnya debit air  di saluran irigasi yang mengairi sawah mereka. Penyebabnya, menurut Rahman, lantai saluran lebih rendah dari sawah sehingga tidak mungkin air dari saluran masuk ke sawah. Sebaliknya, air dalam sawah mengalir ke saluran.

"Upaya yang harus dilakukan untuk dapat mengairi sawah, harus menimbun saluran di beberapa titik yang kondisinya semakin dalam, air tergenang. Kalau ditimbun saluran yang saat ini mengalami genangan air, meski debit air berkurang,  kami yakin akan membantu kelancaran air," imbuhnya.

Adapun titik mengalami kedalaman dan genangan air, menurutnya, pada saluran irigasi bersumber dari Krueng Ruebee, Kecamatan Delima, berada di kawasan Gampong Siroeng.

Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pidie, Julinda, kepada portalsatu.com mengakui adanya persawahan di wilayahnya tidak bisa ditanami padi karena kekurangan air.

"Ada sekitar 35 hektare sawah yang sudah digarap petani di Gampong Jeumpa dan Langgo, belum bisa ditanami pada musim rendengan ini,  lantaran sudah kering," tutur Julinda yang mengaku angkanya akan terus bertambah jika kondisi tidak hujan.

Penyebabnya, lanjut Julinda, tidak ada curah hujan selama ini menyebabkan debit air dalam saluran berkurang.  Pihaknya sudah meninjau lokasi dan sedang mencari solusi agar masyarakat petani dapat menanam padi di sawah mereka.  Termasuk melakukan koordinasi dengan pihak pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pidie.

Koordinator Wilayah Irigasi Krueng Reubee, Muhibuddin, dikonfirmasi portalsatu.com mengakui debit air sungai mengecil berpengaruh masuk dalam saluran yang mengairi persawahan.

"Hujan tidak ada selama ini, debit air sungai kecil sehingga tidak sampai ke kawasan gampong yang berada di pengujung saluran," kata Muhibuddin yang mengaku sedang melakukan pengecekan di sepanjang saluran kawasan tersebut.

Meski debit air kecil,  dia sudah mengajak para petani di sepanjang saluran itu untuk bermusyawarah cara pengaturan air agar semua dapat jatah air secara merata.

"Kita coba atur bersama agar semua kebagian air. Memang lahan paling ujung saluran sulit mendapat air karena debit air kecil,"  jelas Muhibuddin.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.