24 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Rapat Penetapan Harga TBS Tingkat Provinsi Aceh di Subulussalam

...

  • SUDIRMAN
  • 13 March 2019 15:00 WIB

Foto: Sudirman/portalsatu.com
Foto: Sudirman/portalsatu.com

SUBULUSSALAM - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menggelar rapat penetapan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) di Gedung LPSE, Kompleks Perkantoran Kota Subulussalam, Rabu, 13 Maret 2019.

Rapat penetapan harga TBS itu dihadiri Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Distanbun Aceh, Azanuddin, S.P., M.P., dan sejumlah pejabat Distanbun kabupaten/kota serta perwakilan APKASINDO dan Ketua Tim Monitoring Penetapan Harga TBS Kabupaten/Kota se-Aceh.

Turut hadir Wali Kota Subulussalam, H. Merah Sakti, S.H., Wakil Ketua II DPRK Fajri Munthe, Sekda Damhuri, S.P., M.M., Ketua Komisi B DPRK H. Luthan dan anggota dewan H. Ajo Irawan serta sejumlah manajer perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Merah Sakti dalam sambutannya menyampaikan terima telah menjadikan Kota Subulussalam sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan rapat penetapan harga TBS tingkat Provinsi Aceh. 

Sakti berharap rapat tersebut melahirkan pemikiran-pemikiran gemilang sehingga sebuah keputusan dapat direalisasikan pihak perusahaan dalam rangka menyejahterakan petani sawit.

Sakti berharap tim dari Distanbun Aceh bersama tim monitoring harus mengkaji apa kendala selama ini, yang mengakibatkan harga TBS tidak maksimal. "Apa ada rentenir, atau agen, sehingga petani tidak mendapatkan harga yang maksimal," ungkapnya.

Menurut Sakti, petani sawit bisa sejahtera jika ada keinginan semua pihak untuk memajukan petani. Sebab para pelaku pertanian sudah tergabung di dalam forum rapat penetapan harga TBS.

"Owner itu bapak-bapak sendiri, kalau bapak (tidak) mau bantu petani, seindah apapun draf itu dibuat, tidak ada manfaatnya. Kalau tidak ada keinginan dari kita sendiri untuk memajukan petani sawit," kata Merah Sakti di hadapan sejumlah manajer PMKS.

Ketua Tim Monitoring Penetapan Harga TBS Kota Subulussalam, Subangun Berutu mengatakan kegiatan ini terlaksana berkat komunikasi yang terjalin baik dengan Distanbun Aceh dan Tim Monitoring Penetapan Harga TBS Pemerintah Aceh. 

Subangun menambahkan, perlu dukungan penuh dari PMKS untuk turut serta mendongkrak kesejahteraan petani sawit, salah satunya mematuhi hasil ketetapan harga TBS yang dihasilkan dalam forum ini.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.