21 February 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Akan Diresmikan oleh Presiden Bulan Ini
Rapat Terkait KEK Arun, Ini yang Dibahas Wali Kota dan Bupati

...

  • SIRAJUL MUNIR
  • 01 December 2017 20:10 WIB

Foto: Ilustrasi. @istimewa
Foto: Ilustrasi. @istimewa

LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya dan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib menggelar rapat bersama pihak Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Arun, Admistrator KEK dan Kepabeanan, di Aula Kantor Wali Kota setempat, 29 November 2017, sore.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Lhokseumawe, Amiruddin, kepada portalsatu.com mengatakan, rapat tersebut membahas perkembangan tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, termasuk persiapan menjelang peresmian.

Amiruddin menyebutkan, Guest House (Wisma Tamu) di Kompleks Perumahan Karyawan eks-PT Arun, dijadikan pusat perkantoran KEK. Menurut dia, Dewan Kawasan KEK, Administrator KEK, BUPP yaitu PT Patriot Nusantara Aceh dan unsur lainnya dalam manajemen KEK Arun akan berkantor di wisma tamu itu.

"Insya Allah, KEK Arun akan diresmikan oleh Bapak Presiden pada pekan ketiga Desember ini. Dalam rapat tadi kita membahas sejumlah kesiapan jelang peresmian nanti. Di antaranya, tentang persiapan perkantoran bersama di Guest House di Kompleks Perumahan eks-PT Arun, persiapan lahan dan banyak lainnya," kata Amiruddin usai rapat itu.

Amiruddin menjelaskan, dalam rapat tersebut juga dibahas pelimpahan kewenangan dari pemerintah provinsi, kabupaten dan kota kepada Administrator KEK Arun, termasuk Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga akan menyerahkan kewenangan ke pihak administrator. "Proses kewenangan Pemko Lhokseumawe ke admistrator masih dalam proses dan akan selesai dalam waktu dekat," ujarnya.

Dia menambahkan, Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya dan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib selaku Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II Dewan Kawasan KEK Arun meminta agar dalam tim administrator bisa diisi perwakilan kabupaten/kota setempat, tidak hanya dari provinsi.

Menurut Amiruddin, di pengujung rapat, Wali Kota Lhokseumawe dan Bupati Aceh Utara meminta aset eks-PT Arun yang kini dikelola Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yaitu lembaga di bawah Kemenkeu RI segera dilimpahkan ke pihak BUPP KEK Arun.

"Terkait hal itu, Dirut PT Patriot Nusantara (Aceh), Firman Prabowo meminta Dewan Kawasan (KEK Arun) agar bertemu dengan Menteri Keuangan, karena lembaga itu (LMAN) bentukan Kemenkeu," ujar Amiruddin.

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib alias Cek Mad dihubungi portalsatu.com, Jumat, 1 Desember 2017, mengatakan, dalam rapat itu, ia mengingatkan BUPP KEK Arun agar menampung tenaga kerja lokal. "BUPP harus menampung tenaga kerja lokal sebanyak mungkin. Contohnya, untuk security, bisa dilatih di daerah dan dibutuhkan banyak untuk pengamanan kawasan nanti," kata Cek Mad, singkat.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.