22 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Aceh Utara
Ribuan Rumah Warga Dewantara Dapat Sambungan Jaringan Gas

...

  • Fazil
  • 04 November 2019 23:30 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

ACEH UTARA - Sebanyak 4.557 rumah warga di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, mendapatkan sambungan jaringan gas (jargas) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pembangunan jargas untuk rumah tangga itu diresmikan di Gampong Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Senin, 4 November 2019.

Sumber gas itu dari PHE North Sumatra Offshore (NSO) dan Wilayah Kerja (WK) “B” yang pembangunan jaringannya dilaksanakan PT Hutama Karya (Persero). 

Peresmian itu dihadiri Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengadaan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Wahyudi, General Manager PT PHE NSB-NSO, Akhmad Miftah, Plt. Kepala BPMA, Azhari Idris, Sekdakab Aceh Utara, Abdul Aziz, Dirut PDPE Aceh Utara, Azman Hasballah, pihak PT Pertamina Gas NSA, PT Marka Inspektindo Technical (Marindotech) dan sejumlah undangan lainnya.

Wahyudi mengatakan, jargas ini program prioritas pemerintah pusat menggunakan APBN. Tujuannya menekan peningkatan biaya subsidi dan impor gas elpiji 3 Kg oleh negara. Jargas itu akan memberi dampak positif  untuk masyarakat baik dari segi ekonomi maupun sosial masyarakat khususnya di Aceh Utara.

Menurut Wahyudi, di Kecamatan Dewantara tahun 2019 sudah tersambung jargas sebanyak 4.557 rumah tangga dari 17 gampong. Semakin luas jangkauan operasi jargas itu diharapkan mampu memberikan pilihan energi yang lebih bersih, aman, dan murah untuk masyarakat. Kata dia, paling penting adalah untuk mengurangi beban subsidi dari gas elpiji. Pasalnya, beban elpiji subsidi itu semakin memberatkan karena impor dan selisihnya juga lumayan.

“Maka di sinilah bagaimana caranya untuk menekan subsidi tersebut. Program jaringan gas bumi untuk rumah tangga itu sangat bermanfaat untuk masyarakat. Pembangunan jargas ini sebenarnya bukan hanya dibebankan pada tugas Kementerian ESDM selaku pemegang program, ini merupakan kerja bersama dari seluruh stakeholder baik dari pihak pemerintah daerah yang mengusulkan maupun pihak yang mempunyai gas jumlah pasokan dan masyarakat itu sendiri,” kata Wahyudi dalam sambutannya.

Wahyudi menambahkan, pembangunan jargas yang diberikan kepada masyarakat oleh Kementerian ESDM, itu memang tidak ada biaya untuk pemasangannya. Tetapi setelah berlangganan, masyarakat punya kewajiban untuk membayar meter kubik yang dipakai gasnya. 

Pada tahun 2019 dibangun jargas sebanyak 74.216 di delapan provinsi dan 17 kabupaten/kota di Indonesia.

“Untuk wilayah Aceh Utara (Kecamatan Dewantara) dibangun sebanyak 4.557 jargas rumah tangga. Program pada tahun 2020 mendatang, nantinya juga akan dikembangkan di kawasan Lhoksukon (Aceh Utara). Kemudian di wilayah Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang juga akan dibangun hal serupa,” ujar Wahyudi.

“Saat perencanaan pembangunan ini kita (Kementerian ESDM) juga butuh dukungan dari pihak pemerintah daerah semacam MoU atau nota kesepahaman, bahwa tanah-tanah atau lahan yang akan digunakan untuk penggelaran pipa dan akan dibangun regulator sektor atau kompor gas MLS adalah tanah pemda yang tidak akan dikenai biaya. Bahkan kita minta izin-izinnya dipermudah, seperti izin galian maupun izin lingkungan dan minimal sudah tidak ada biaya lagi. Karena ini program nasional diharapkan jangan ada hambatan saat proses pengaliran gas untuk bisa dinikmati masyarakat,” ucap Wahyudi.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.