10 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sebagian SR Jargas di Lhokseumawe Belum Berfungsi, Ini Kata Pertagas Niaga

...

  • PORTALSATU
  • 30 June 2020 07:00 WIB

Direktur PT Pertagas Niaga, Aminuddin, memberikan keterangan kepada wartawan soal SR Jargas di Lhokseumawe, 29 Juni 2020. Foto: portalsatu.com
Direktur PT Pertagas Niaga, Aminuddin, memberikan keterangan kepada wartawan soal SR Jargas di Lhokseumawe, 29 Juni 2020. Foto: portalsatu.com

LHOKSEUMAWE – PT Pertagas Niaga mengakui sebagian sambungan rumah (SR) jaringan gas (Jargas) yang telah dibangun di Lhokseumawe belum dapat digunakan warga.

“Di Lhokseumawe ada sekitar 6.000 SR (yang dibangun sejak tahun 2014). Tahun 2018, ada sekitar 2.000 SR, berfungsi 1.000 SR lebih. Yang belum berhasil (berfungsi), salah satu alasannya karena bocor (pipa),” kata Direktur Keuangan PT Pertagas Niaga, Aminuddin, menjawab wartawan di Lhokseumawe, Senin, 29 Juni 2020.

Ditanya berapa SR yang belum berhasil di Lhokseumawe, Aminuddin menyebutkan, “Yang belum kita rilis sekitar 2.000 SR, dari tahun 2014 sama 2018”.

“(Penyebabnya) salah satunya ya itu tadi, ada bocor. Inikan sudah lama, pipa yang di dalam itu kadang-kadang tidak mengalir, sudah pernah diperbaiki, sudah kita coba tes gas, tidak nongol di ujungnya, berarti di tengah-tengah itukan,” ungkap Aminuddin.

Menurut Aminuddin, salah satu cara mengatasi hal itu dengan membongkar kembali atau diganti pipa. “Bongkar itukan kadang-kadang lebih susah dari membangun kembali, kan begitu kira-kira. Kita perbaiki yang sudah ada pelan-pelan, perbaiki secara berkala,” tuturnya. 

Sementara itu, Jargas di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, yang dibangun tahun 2019 untuk sekitar 4.000 SR  juga belum berfungsi sampai saat ini. Menurut Aminuddin, Jargas di Dewantara itu di bawah PT Perusahaan Gas Negara (PGN), sehingga pihaknya tidak dapat memberikan penjelasan. Berdasarkan informasi, Jargas tersebut belum dilakukan serah terima dari rekanan karena masih masa pemeliharan setelah dibangun.

Aminuddin turut mendampingi Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), M. Fanshurullah Asa, dan dua Anggota Komisi VII DPR RI, M. Ridwan Hisjam dan Anwar Idris, mengecek Jargas di Desa Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, yang dibangun tahun 2018.

Terkait sebagian SR belum berfungsi, menurut Fanshurullah Asa, itu bukan wewenang BPH Migas. “BPH Migas tugasnya hanya menetapkan harga gas. BPH Migas sudah menetapkan di 52 kabupaten/kota sebanyak 1 juta SR, termasuk di Aceh, kami tetapkan harga gasnya di bawah harga elpiji 3 kg. Itulah komitmen BPH Migas untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan,” ujar Fanshurullah Asa.[](nsy/*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.