26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sektor Pariwisata Aceh Disebut Punya Potensi Besar, Apa Alasannya?

...

  • Fazil
  • 21 September 2018 23:30 WIB

Ilustrasi @ist
Ilustrasi @ist

BANDA ACEH - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Zainal Arifin Lubis mengatakan, dalam mengendalikan laju inflasi pihaknya tidak bisa melakukan sendiri, namun perlu berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dan termasuk pemerintah daerah, karena BI pun tidak bisa bekerja optimal tanpa berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Kita optimis dan mensinergikan program dengan kebijakan antara kedua belah pihak, sehingga terget di bidang ekonomi akan dapat tercapai dengan baik. Misalkan, pertumbuhan ekonomi maupun pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran, dengan demikian ekonomi Aceh dapat mandiri dan tidak tergantung lagi terhadap provinsi lain,” kata Zainal Arifin kepada para wartawan saat coffee morning di 3 in 1 Coffee Shop, Banda Aceh, Jumat, 21 September 2018.

Menurut  Zainal, Aceh juga perlu meningkatkan dari sektor pariwisata untuk menggugah para wisatawan, karena sektor ini sangat besar potensinya.  Ia mencontohkan, seperti di dunia Internasional berlomba-lomba untuk meningkatkan sektor tersebut, bahkan beberapa negara juga mengembangkan objek wisata religi sehingga mampu mendongkrak laju pertumbuhan perekonomian bagi daerah dan masyarakat.

“Selain itu, upaya meningkatkan jasa travel dan infrastruktur yang mamadai juga sangat berpengaruh berkenaan itu, karena Aceh berpotensi dapat mengembangkan sektor parawisata, namun perlu secara spesifik. Artinya, diperlukan penyesuaian dengan peraturan daerah yang berlandaskan syariat Islam, tidak mesti harus terlihat bebas sebagaimana yang kita ketahui di daerah maupun negera lainnya,” ungkap Zainal Arifin.

Zainal mencontohkan, karena dunia Internasional seperti Hongkong, Korea Selatan juga membangun parawisata halal tourism. Selain itu, Thailand, Australia juga mengembangkan halal food dunia, kemudian negara Jepang juga mengembangkan halal food dan halal tourism.  Itu dilakukan karena pertimbangan bisnis, bahkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke lokasi objek wisata religi cukup besar di beberapa negara tersebut.

“Itulah yang diharapkan supaya dapat berkembang di Aceh, tentunya BI sangat mendukung pengembangan sektor parawisata sebagai salah satu akselerator utama dalam pertumbuhan ekonomi di Aceh. Dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perbaikan defisit yang saat ini menjadi faktor penekan yang besar terhadap stabilitas nilai tukar rupiah, namun dalam mengembangkan parawisata juga perlu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan, supaya mereka lebih tertarik untuk berkunjung ke daerah khususnya di Aceh,” ungkap Zainal.[]

Editor: Arman

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.