17 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sidak ke Pasar, Bintang Cek Bangunan Terbengkalai Bernilai Miliaran

...

  • SUDIRMAN
  • 25 May 2019 23:20 WIB

Foto: Sudirman/portalsatu.com
Foto: Sudirman/portalsatu.com

SUBULUSSALAM - Kunjungan Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang ke pasar tradisional Sabtu, 25 Mei 2019 sore, selain memantau harga kebutuhan pokok, ia juga menyempatkan diri mengecek bangunan terbengkalai di kompleks pasar harian itu.

Dalam kunjungan dimulai sekitar pukul 15:00 WIB,  Bintang didampingi Wakil Wali Kota Subulussalam, Drs. Salmaza, MAP.,  Kepala Disperindagtambkop UKM dan Koperasi Masri, S.P., bersama Sekretarisnya Alijar. Usai mengecek harga sembako, Bintang bersama rombongan melihat kondisi bangunan terbengkalai yang menelan anggaran miliar rupiah. 

Sekretaris Disperindagtambkop UKM dan Koperasi Kota Subulussalam, Alijar, kepada portalsatu.com mengatakan agenda Wali Kota Affan Alfian Bintang sidak, sekaligus meninjau bangunan yang terbengkalai lokasinya tidak jauh dari pajak ikan sekarang. Bangunan itu rencananya diperuntukkan untuk jualan sayur-sayuran, ikan dan lainnya.

Alijar menyebutkan bangunan itu dikerjakan tahun 2017 bersumber dari APBN senilai Rp6 miliar. Namun pihak rekanan tidak mampu menyelesaikan pengerjaan hingga batas waktu yang telah ditentukan, akibatnya bangunan tersebut terbengkalai hingga saat ini. 

"Dikembalikan uangnya karena tidak selesai pengerjaannya. Dari total Rp 6 miliar, yang dikembalikan ke pusat Rp2 miliar, karena progres bangunan baru sekitar 60-70 persen gitu lah," ungkap Alijar.

"Pusat tidak mau lagi memberi anggaran untuk kelanjutan bangunan itu, karena kita dianggap tidak mampu," sambung Alijar. 

Mantan Kabag Ekonomi Setdako Subulussalam ini mengatakan, pihaknya sudah menyurati Kementerian Perdagangan agar bangunan itu bisa dihibahkan ke pemerintah daerah. Dengan demikian, Pemerintah Kota Subulussalam dapat melanjutkan agar bangunan itu bisa digunakan.

"Pihak kementerian secara lisan sudah mengiyakan, tinggal menunggu surat hibah dari mereka," ucapnya. 

Akibat terbengkalai, kondisi bangunan banyak yang retak dan pecah-pecah,  termasuk seng banyak yang hilang. Menurut Alijar, jika surat hibah telah keluar, pemerintah daerah dapat menata kembali supaya gedung tersebut tidak mubazir dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang berdagang di sana.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.