18 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


SKK Migas dan BPMA Sepakat Kerja Sama Ini

...

  • PORTALSATU
  • 12 February 2020 15:30 WIB

Foto: SKK Migas
Foto: SKK Migas

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Dukungan Kegiatan Usaha Hulu Migas. MoU itu diteken pimpinan kedua lembaga tersebut di Jakarta, 10 Februari 2020.

"Kerja sama ini akan mendukung upaya meningkatkan investasi hulu migas dengan sinergi kedua lembaga sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenang masing-masing," demikian pernyataan dilansir laman resmi SKK Migas, 11 Februari 2020.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan lima hal yang harus dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang baik secara nasional. Pertama, investasi di Indonesia akan dihitung secara keseluruhan, sehingga SKK Migas dan BPMA untuk bersama-sama menyederhanakan proses yang menjadi kewenangan masing-masing.

Kedua, sektor hulu migas memiliki karakteristik high risk dan high capital, maka penting untuk memunculkan persepsi awal bahwa Investasi Hulu migas dimanapun di wilayah Indonesia adalah mudah. "Jangan sampai muncul persepsi negatif terkait izin, pembebasan lahan dll. Komitmen untuk mendukung investasi harus selalu menjadi prioritas. SKK Migas dan BPMA harus aktif membantu investor terkait hal-hal tersebut".

Ketiga, perencanaan hulu migas di Aceh sebagai bagian perencanaan nasional untuk mendukung visi bersama 1 juta BOPD di tahun 2030. Melalui kerja sama ini diharapkan pertukaran data dan informasi akan semakin baik dan mampu meningkatkan kinerja hulu migas secara nasional.

Keempat, SKK Migas akan mendukung pengembangan SDM BPMA sebagai bagian dari cita-cita mencapai 1 juta barrel di tahun 2030. Kelima, sinergi pemanfaatan Integrated Operation Center yang dimiliki SKK Migas untuk dapat membantu pengembangan hulu migas di Aceh agar dapat meningkatkan kontribusinya pada capaian hulu migas secara nasional.

"Indonesia memiliki 128 cekungan yang menyebar dari Aceh sampai Papua, dan yang telah berproduksi sebanyak 20 cekungan. Menciptakan iklim usaha yang mampu menarik investasi akan mampu meningkatkan pemanfaatan dan produksi migas di tanah air. Sinergi antar berbagai lembaga yang telah dilaksanakan SKK Migas, termasuk dengan BPMA adalah bagian dari upaya untuk merealisasikan visi bersama, Indonesia meraih 1 juta BOPD di 2030".

Kepala BPMA Teuku Mohamad Faisal menyampaikan pembangunan hulu migas di Aceh membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk SKK Migas agar kapasitas SDM di BPMA menjadi semakin profesional. Sehingga dapat menciptakan iklim investasi yang semakin baik dan menarik investor lebih banyak lagi untuk mengelola potensi migas di Aceh. 

Nota Kesepahaman ini adalah perpanjangan dari kerja sama yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kerja sama SKK Migas-BPMA bagian dari sinergi untuk merealisasikan target hulu migas secara nasional. "Bahwa apa yang dilakukan oleh BPMA sesuai kewenangannya, bagi investor luar negeri akan dipandang sebagai situasi Investasi Indonesia. Melalui kerja sama ini, tentu saja SKK Migas dan BPMA telah memiliki komitmen yang sama untuk membangun sinergi dan iklim investasi yang baik".

SKK Migas dan BPMA adalah entitas berbeda sesuai dengan peraturan perundangan yang menjadi landasan berdirinya kedua lembaga tersebut. BPMA memiliki wilayah kewenangan di Aceh berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 dengan wilayah yang menjadi kewenangannya di Provinsi Aceh. Sedangkan SKK Migas dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2012 jo Peraturan Presiden Nomor 09 Tahun 2013 jo. Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2018 dengan wilayah yang menjadi kewenangannya di seluruh Indonesia kecuali Provinsi Aceh

Dalam konteks hulu migas nasional, kedua institusi memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun iklim investasi untuk mendorong peningkatan produksi migas agar target migas secara nasional dapat dicapai.[](*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.