16 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Perpanjangan Kontrak Blok NSB kepada PHE
Soal Participating Interest, Plt. Kepala BPMA: BUMA Tak Perlu Setor Modal

...

  • Fazil
  • 12 August 2018 16:45 WIB

Azhari Idris, Plt. Kepala BPMA. @Fazil/portalsatu.com
Azhari Idris, Plt. Kepala BPMA. @Fazil/portalsatu.com

BANDA ACEH - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) akan menandatangani perpanjangan kontrak kerja sama pengelolaan Blok North Sumatera B (NSB) atau disebut Blok B. 

“Dalam waktu dekat kita akan menandatangani perpanjangan kontrak Blok B dengan PT Pertamina Hulu Energi. Tetapi saya belum bisa memastikan ketepatannya kapan. (Jika) memang bulan Agustus 2018 sudah berakhir (tapi belum diteken), jadi sebelum berakhir masa kontrak itu mestinya harus selesai,” ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPMA, Azhari Idris, menjawab portalsatu.com, usai peresmian Kantor BPMA di Banda Aceh, Minggu, 12 Agustus 2018.

Baca juga: Buka Kantor di Aceh, Ini Kata Plt. Kepala BPMA

Kontrak pengelolaan Blok NSB akan berakhir pada Oktober 2018. Saat ini Blok Migas itu masih dikelola PT PHE. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini mengelola blok tersebut sejak Oktober 2015 setelah mengakuisisi hak kelola perusahaan asal Amerika Serikat, ExxonMobil.

"Diperpanjang lagi itu berlaku 20 tahun. Pemerintah sudah setuju bahwa itu akan dilanjutkan oleh Pertamina, karena selama ini kan Pertamina juga yang kelola (melalui PHE)," kata Azhari.

Menurut Azhari, saat ini ada beberapa hal yang sedang didiskusikan dengan pihak PT Pertamina, dan BPMA akan melakukan pembahasan tahap akhir. “Dalam waktu dekat ini akan selesai. Pokoknya akan ditandatangani sebelum masa kontrak (Blok NSB) itu berakhir, dan bisa diperpanjang, sehingga kelangsungan suplai gas bisa berjalan,” ujarnya.

Azhari mengakui, saat kontrak baru nanti ada kewajiban bagi PT PHE mengikutsertakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aceh untuk memperoleh participating interest (saham parisipasi/hak kelola). Menurut Azhari, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10 Persen pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas, disebutkan bahwa BUMD berhak mendapatkan 10 persen.

Akan tetapi, kata Azhari, dalam PP Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh, disebutkan Pemerintah Aceh melalui BUMD boleh mendapatkan participating interest minimum 10 persen. Artinya, kata dia, ada peluang jika pemerintah nanti bisa mendiskusikan secara bisnis, pihak BUMD atau Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) yaitu PDPA bisa mengambil 10, 11, 12 persen dan seterusnya.

"Ini adalah kesempatan bagi perusahaan milik daerah untuk mengambil kesempatan tersebut,” kata Azhari.

Azhari menyebutkan, PT Medco yang saat ini mengelola Blok A di Aceh Timur juga berkewajiban memberikan participating interest minimum 10 persen kepada BUMA.

Menurut Azhari, saat ini pihaknya bersama Zaratex sedang melakukan rencana pengembangan lapangan gas di lepas pantai Lhokseumawe. “Kita juga berdiskusi dengan Gubernur Aceh untuk pengembangan gas di sana," ujarnya.

Oleh karena itu, Azhari berharap PDPA secepatnya melakukan proses di internal BUMA ini, sehingga nanti adanya perusahaan daerah yang bisa ditunjuk mengambil participating interest tersebut.

Tak perlu setor modal

Azhari menjelaskan, BUMA tidak perlu menyetor saham kepada PT PHE, karena dalam Peraturan Menteri ESDM itu disebutkan, untuk keikutsertaan perusahaan milik daerah bahwa perusahaan yang memberikan participating interest itu harus menggendong nama BUMD.

"Jadi, tidak ada penyertaan modal sama sekali. BUMD atau BUMA tinggal membuat sebuah perusahaan untuk kemudian dimasukkan ke dalam participating interest tersebut. Lalu, mereka tinggal membicarakan bisnisnya seperti apa. Jadi, tidak ada setoran modal sebagaimana dimaksudkan itu. Dulu, iya demikian, tapi sekarang tidak ada lagi," ungkap Azhari saat ditanya apakah BUMA harus setor modal.

Dengan demikian, kata Azhari, ini suatu hal yang sangat memudahkan bagi perusahaan milik daerah, karena memang dalam rangka upaya membesarkan perusahaan tersebut.[]

Lihat pula:

Ini Kata Pengamat Ekonomi Unsyiah Soal Saham Partisipasi BUMA

Ini Kata Taliban Dewan Soal PHE Pengelola Blok NSB

Dirut PDPA: Kita Berharap Saham Partisipasi Minimal 30 Persen

Geuchik Abu: Tuan Rumah Mestinya Paling Rendah Mendapat Saham 30 Persen

Ini Kata Ketua BEM Unimal Soal PHE Pengelola Blok NSB

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.