28 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Soal Penurunan Angka Kemiskinan Aceh, Pengamat: Pernyataan Kepala Bappeda Kurang Nyambung

...

  • PORTALSATU
  • 19 January 2020 15:00 WIB

Ilustrasi. Foto: istimewa/net
Ilustrasi. Foto: istimewa/net

BANDA ACEH – Pengamat Ekonomi, Rustam Effendi, menilai pernyataan Kepala Bappeda Aceh terkait faktor penurunan angka kemiskinan Aceh sebesar 0,31 persen karena realisasi APBA mencapai 90 persen lebih, terkesan kurang nyambung.

“Kurang nyambung pernyataan Kepala Bappeda Aceh itu. Realisasi APBA sampai dengan Desember. (Sedangkan) angka kemiskinan yang dirilis BPS itu gambaran or (atau) potret dari kondisi Maret-September 2019,” kata Rustam Effendi melalui pesan WhatsApp merespons berita portalsatu.com, Ahad, 19 Januari 2020.

“Lucunya, pada September itu realisasi APBA masih minim, di bawah 70 persen. Logikanya di mana?” kata Rustam Effendi yang juga akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

Artinya, tidak tepat mengaitkan realisasi APBA sampai Desember dengan penurunan angka kemiskinan hingga September 2019.

Diberitakan sebelumnya, dua hari setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru jumlah penduduk miskin di Aceh, pemerintah provinsi ini pun mengeluarkan pernyataan melalui siaran pers. Namun, dalam pernyataan disampaikan Kepala Bappeda Aceh, tidak disinggung soal Aceh masih menjadi provinsi termiskin di Sumatera.

Baca juga:  Aceh Masih Termiskin di Sumatera, Ini Data Terbaru Dirilis BPS

Dalam siaran pers dikirim Biro Humas Setda Aceh, 17 Januari 2020, menyatakan “Provinsi Aceh kembali mencatat prestasi yaitu turunnya angka kemiskinan yang secara nasional tercatat berada pada peringkat ke-7. Artinya, sekitar sembilan ribu lebih masyarakat Aceh keluar dari kategori masyarakat miskin”.

Hal itu mengacu rilis terbaru BPS Aceh, 15 Januari 2020, menyebutkan penduduk miskin di Aceh pada September 2019 sebesar 15,01 persen, atau turun 0,31 persen dibandingkan Maret 2019 sebesar 15,32 persen. Sementara jika dibandingkan September 2018, turun 0,67 persen dari 15,68 persen.

Kepala Bappeda Aceh, Ir. Helvizar Ibrahim, mengatakan faktor penurunan angka kemiskinan Aceh sebesar 0,31 persen itu, disebabkan antara lain realisasi APBA mencapai di atas 90 persen dari pagunya Rp17 triliun. Selain itu, kemiskinan Aceh turun akibat realisasi dana desa mencapai 99,9 persen dari pagunya Rp4,9 triliun, serta berbagai sumber pembiayaan pembangunan lainnya.

“Hingga akhir tahun lalu, perputaran uang di desa lewat pembangunan melalui anggaran dana desa tahap III masih berlangsung. Sampai akhir tahun (2019, red) ini, kegiatan pembangunan di desa, dengan adanya dana desa itu masih berjalan," kata Helvizar didampingi Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, melalui siaran pers dikirim Biro Humas Setda Aceh.

Helvizar menyebutkan, dengan pelaksanaan berbagai program dan kegiatan penanganan kemiskinan dan pengangguran yang akan dilaksanakan tahun ini, Pemerintah Aceh optimis angka kemskinan Aceh pada Maret 2020 nanti, “Insya Allah akan turun lagi, melebihi 0,2 persen”.

Alasannya, banyak program yang akan dilaksanakan pada awal tahun ini dari sumber APBA, APBN, APBK dan dana desa. “Kita upayakan penarikan dana desa tahap I sebesar 20 persen, dari pagunya Rp5,04 triliun itu, bisa dilaksanakan pada minggu ketiga atau keempat bulan Januari ini, sehingga kegiatan pembangunan di desa terus bergulir tanpa ada jeda,” pungkas Helvizar Ibrahim.

Dilihat portalsatu.com, data dirilis BPS Aceh, 15 Januari 2020, menyebutkan pada September 2019, jumlah penduduk miskin di Aceh mencapai 810 ribu orang (15,01 persen), berkurang sebanyak 9 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2019 yang jumlahnya 819 ribu orang (15,32 persen). Artinya, angka kemiskinan Aceh turun 0,31 persen. Sedangkan jika dibandingkan dengan September tahun sebelumnya (2018), jumlah penduduk miskin turun sebanyak 21 ribu orang (15.68 persen).

Sementara itu, data pada laman resmi Percepatan dan Pengendalian Kegiatan APBA (P2K-APBA), realisasi keuangan APBA-P tahun 2019 sampai 31 Desember sebesar 90,04 persen, deviasi -6,3 persen dari target Pemerintah Aceh 96,7 persen. Total pagu APBA-P 2019 senilai Rp17,327 triliun.

Pada laman P2K-APBA itu juga terlihat, realisasi keuangan APBA 2019 sampai akhir triwulan III (September) hanya 41 persen. Realisasi keuangan baru melewati 50 persen pada Oktober 2019. Data itu menunjukkan, realisasi keuangan APBA 2019 sejak Januari sampai September (sembilan bulan) berjalan lamban, dan baru lancar sejak memasuki triwulan IV.(Baca: Bappeda Sebut Penurunan Kemiskinan Aceh Karena Realisasi APBA lebih 90 Persen, Benarkah?)[](nsy)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.