22 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Soal Peresmian Pasar Induk dan Pameran Lhokseumawe, Ini Penjelasan Wali Kota

...

  • Fazil
  • 05 November 2019 09:00 WIB

Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya dan Sekda T. Adnan. Foto Fazil/portalsatu
Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya dan Sekda T. Adnan. Foto Fazil/portalsatu

ACEH UTARA - Pasar Induk di Jalan Lingkar Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, akan diresmikan melalui kegiatan bertajuk 'Lhokseumawe city expo', 11 - 17 November 2019. Kegiatan itu dalam rangka memperingati HUT ke-18 Lhokseumawe.

Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, mengatakan, pameran itu menjadi ajang promosi, baik hasil pembangunan Pemkot Lhokseumawe maupun potensi gampong. Dengan diresmikan Pasar Induk itu diharapkan natinya komoditas-komoditas yang ada di Lhokseumawe, Aceh Utara maupun daerah lainnya bisa ditampung di gudang pasar tersebut.

“Kita berharap pengusaha-pengusaha bisa menampung komoditas di Pasar Induk Lhokseumawe. Untuk sementara kita upayakan Pasar Induk ditangani Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Disperindagkop sebelum nantinya dikelola dengan perusahaan daerah,” kata Suaidi Yahya saat konferensi pers di Ruang Opp Room Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Senin, 4 November 2019, sore.

Menurut Suaidi Yahya, setelah dilakukan peresmian Pasar Induk itu harus langsung difungsikan. Oleh karena itu, pemkot akan mengajak para pengusaha d bidang komoditas untuk bisa bergabung dalam Pasar Induk Lhokseumawe 

“Pasar Induk itu memiliki tiga gudang, dalam kompleks itu juga ada tempat pemasaran (Pasar Rakyat Ujong Blang dan Pasar Rakyat Terpadu). Artinya bisa dipasarkan juga, tetapi bukan seperti pasar tradisional yang kita lakukan, mungkin pedagang-pedagang tradisional itu bisa mengambil (komoditas) di Pasar Induk tersebut. Nanti semua keagenan kita arahkan ke pasar itu baik barang dari Berastagi maupun Takengon bisa berkumpul terlebih dahulu di lokasi Pasar Induk kita,” ujar Suaidi Yahya  didamping Sekda Lhokseumawe, T. Adnan dan Asisten III Miswar.

Suaidi berharap nantinya pedagang-pedagang tradisional di Kota Lhokseumawe dapat membeli barang (komoditas) di Pasar Induk itu, supaya harga barang terkontrol oleh pemerintah. "Jadi, jangan suka-suka orang itu (pedagang) menaikkan tarif atau turunkan harga barang, dan itu yang dikhawatirkan. Tapi kalau di kontrol oleh UPT di bawah Disperindagkop, mungkin nantinya barang di pasar terkontrol. Paling tidak, itu (harga) tidak naik/turun lagi, itu bukan sekaligus dan kita upayakan demikian,” ujarnya.

“Akan tetapi ini belum kita beli semua komoditas yang ada di tingkat petani baik yang ada Kota Lhokseumawe maupun daerah lain. Karena ini baru akan dilaksanakan peresmian, tentunya nanti akan dipanggil semua para penampung atau pengusaha seperti apa kesepakatannya, kita nanti membuat seperti jasanya saja dulu sebelum ada modal, karena membutuhkan modal lebih besar. Tetapi diupayakan untuk dapat mengajak pengusaha besar bagaimana bisa bekerja sama agar dapat kita tampung beberapa komoditas yang ada,” ujar Suaidi Yahya.

Namun, Suaidi Yahya mengaku pihaknya belum dapat menyimpulkan berapa target Pendapatan Asli Daerah (PAD) terkait pengoperasian Pasar Induk tersebut. “Kalau sekarang kita belum tahu (PAD) karena belum berjalan dan baru akan diresmikan, belum kita pastikan. Karena Pasar Induk itu bukan kapasitas kecil, kalau pasar biasa kan ada distribusi, pajak lapak dan sebagainya. Ini tidak mungkin pajak lapak, kita upayakan dengan para pengusaha itu komitmen terlebih dahulu, apakah dalam bentuk sewa gudang untuk pendapatan daerah kita dari penyewaan. Terpenting Pasar Induk itu bisa jalan dulu khususnya untuk komoditas,” ungkapnya.

“Setelah pasar itu diresmikan nantinya kita serahkan ke UPT Disperindagkop sebelum diserahkan kepada pihak ketiga ataupun perusahaan daerah. Kalau sekarang belum bisa kita serahkan karena belum matang dalam mekanisme yang dikaji oleh perusahaan daerah kita,” ujar Suaidi Yahya.

Sekda Lhokseumawe, T. Adnan, mengungkapkan, untuk anggaran secara keseluruhan yang digunakan dari ketiga agenda tersebut, yakni Lhokseumawe city expo, memperingati HUT ke-18 Lhokseumawe dan peresmian Pasar Induk, berjumlah Rp300 juta dari sejumlah SKPK dan lainnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.