12 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Tekanan Ekonomi Global Akibat Covid-19 Semakin Meluas

...

  • portalsatu.com
  • 30 May 2020 10:30 WIB

ilustrasi resesi global @google
ilustrasi resesi global @google

Pertumbuhan ekonomi seperti di Tiongkok, Eropa, Jepang, Singapura, dan Filipina mengalami kontraksi pada triwulan I 2020, sementara pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) turun menjadi 0,3 persen.

JAKARTA -- Pendemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah berdampak pada terjadinya tekanan ekonomi berbagai negara. Ekonomi global mengalami kontradiksi, sementara pertumbuhan ekonomi domestik juga semakin melambat.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko, Jumat, 29 Mei 2020 dalam rilisnya menjelaskan, untuk menghadapi hal tersebut BI menempuh respons bauran kebijakan untuk memitigasi risiko dampak Covid-19 terhadap perekonomian, serta bersinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan meningkat, didorong perbaikan ekonomi dunia dan dampak positif stimulus kebijakan yang ditempuh,” jelasnya saat peluncuran intisari Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I 2020.

Onny menambahkan, pertumbuhan ekonomi dunia triwulan I 2020 di banyak negara menurun tajam sejalan meluasnya pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi seperti di Tiongkok, Eropa, Jepang, Singapura, dan Filipina mengalami kontraksi pada triwulan I 2020, sementara pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) turun dalam menjadi 0,3 persen.

“Resiko resesi ekonomi global pada April 2020 tetap besar tercemin pada kontraksi berbagai indikator dini seperti kinerja sektor manufaktur dan jasa serta keyakinan konsumen dan bisnis,” tambahnya.

Pandemi Covid-19 juga memengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik. Ekonomi Indonesia triwulan I 2020 tumbuh 2,97 persen, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 4,97 persen. Penurunan ini terutama berasal dari melambatnya ekspor jasa, khususnya pariwisata, konsumsi nonmakanan, dan investasi dengan sektor yang paling terdampak terjadi di sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor industri pengolahan, sektor konstruksi dan subsektor transportasi.

Meski demikian kata Onny, ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia tetap baik. Hal itu tercermin dari defisit transaksi berjalan triwulan I 2020 yang menurun menjadi 1,4 persen PDB dari 2,8 persen PDB pada triwulan IV-2019 dan cadangan devisa yang tetap besar. Nilai tukar rupiah, kembali menguat April 2020 seiring meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan terjaganya kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia.

“Inflasi tetap rendah dan mendukung stabilitas perekonomian. Selain itu, kondisi likuiditas perbankan tetap memadai dan mendukung berlanjutnya penurunan suku bunga. Stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, kendati potensi risiko meluasnya penyebaran pandemi Covid-19 perlu terus diantisipasi,” pungkasnya. [**]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.