18 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Wapres Ingatkan Ketimpangan Ekonomi Daerah Bisa Timbulkan Perpecahan

...

  • PORTALSATU
  • 11 July 2018 13:00 WIB

Wapres JK. @Arief Kamaludin|KATADATA
Wapres JK. @Arief Kamaludin|KATADATA

JAKARTA - Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengatakan, ketimpangan ekonomi di daerah berpotensi menimbulkan berbagai macam masalah bangsa, termasuk pemberontakan dan perpecahan. Itulah sebabnya, Wapres JK mengajak semua pihak mendukung pemerintah mengatasi ketimpangan ekonomi di daerah.

Menurut JK, beberapa kasus pemberontakan seperti Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera, Perdjuangan Rakjat Semesta (Permesta) di Sulawesi, hingga Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terjadi lantaran kesejahteraan tidak merata.

"Masalah ini bukan masalah baru, setiap saat bisa terjadi," kata JK saat membuka Indonesia Development Forum 2018 di Jakarta, 10 Juli 2018.

JK merasa peran pemerintah daerah sangat penting untuk menerobos ketimpangan ekonomi di daerah. Upaya ini dilakukan sejalan dengan komitmen pemerintah untuk membangun konektivitas. Tujuan utamanya menekan gap pembangunan yang selama ini terjadi di setiap daerah.

"Memang ini suatu upaya serius karena negara ini terdiri dari 260 juta orang di ribuan pulau," kata JK.

Pemerintah juga menyediakan sarana pendidikan, kesehatan, air bersih, hingga listrik. Menurut JK, secara umum sistem ekonomi akan diperbaiki agar tidak terkonsentrasi di suatu wilayah tertentu saja. Pemerintah pun berkomitmen memperkuat perekonomian daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, mengatakan perbaikan masalah konektivitas dan pelayanan dasar ditujukan untuk menciptakan pusat pertumbuhan di luar Jawa. Dia memperkirakan pada tahun 2045 peran pulau Jawa dalam ekonomi Indonesia sebesar 53 persen atau turun 5 persen dari saat ini.

"Pusat pertumbuhan beralih ke berbasis pengolahan bukan sumber daya alam," kata Bambang.[] Sumber: katadata.co.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.