19 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


YARA Aceh Utara: Plt. Gubernur Harus Serius Bangun KEK Arun

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 07 October 2019 20:40 WIB

Iskandar Ketua YARA Aceh Utara. Foto: istimewa
Iskandar Ketua YARA Aceh Utara. Foto: istimewa

LHOKSUKON – Kepala Perwakilan YARA Aceh Utara, Iskandar, meminta Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, agar serius membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Pasalnya, setelah ditetapkan sejak tahun 2017 dengan PP No. 5 Tahun 2017, hingga saat ini belum ada tanda-tanda pembangunannya.  

“Kami ingatkan Plt. Gubernur agar fokus dan serius dalam membangun Aceh. Pemerintah Aceh jangan nafsu besar tenaga kurang. Selalu bernafsu meminta berbagai hal kepada Pemerintah Pusat, ketika diberikan tidak sanggup mengelolanya," ujar Iskandar dalam keterangan tertulis kepada portalsatu.com via WhatsApp, Selasa, 7 Oktober 2019.

Menurut Iskandar, masyarakat di Aceh Utara dan Lhokseumawe sejak tahun 2017 lalu sangat berharap jika pembangunan KEK Arun akan berjalan dengan cepat. “Karena banyaknya perusahaan  BUMN yang telah beroprasi di KEK Arun dan juga ditopang dengan telah adanya infrastruktur yang cukup lengkap. Di antaranya, pelabuhan, jalan utama, listrik, gas, dan air bersih”.

“Pembangunan ini tentu akan banyak tenaga kerja yang tertampung, angka kemiskinan akan menurun, ekonomi kecil di sekitarnya juga akan bergerak. Tentunya akan menekan angka kriminalitas, karena dampak dari kesejahteraan masyarakat di sekitar KEK Arun. Namun sampai saat ini harapan masyarakat hanya tinggal angan saja,” kata Iskandar.

Iskandar melanjutkan, “Harapan besar masyarakat Aceh terhadap pembangunan KEK Arun sekarang seperti pungguk merindukan bulan. Padahal, antusias masyarakat menyambut pembangunan KEK Arun sangat besar, karena dengan infrastruktur  pendukung yang telah ada dan perusahaan BUMN yang beroprasi di kawasan KEK, tentu tidak terlalu lama untuk membangun kawasan KEK menjadi pusat industri di Aceh".

YARA Aceh Utara mengingatkan Plt. Gubernur bahwa KEK Arun ini sesuai PP Nomor 5 Tahun 2017 diberi waktu paling lama tiga tahun harus sudah mulai beroperasi. 

“Plt. Gubernur jangan bersantai untuk mengoperasionalkan KEK Arun. PP No. 5/2017 memberikan watu tiga tahun untuk segera beroperasi. Jika tiga tahun masih stagnan, maka Dewan Nasional dapat saja mengusulkan untuk mencabut status KEK tersebut. Ini butuh keseriusan dan rasa tanggung jawab Plt. Gubernur selaku komandan dalam memajukan KEK Arun,” ucap Iskandar.

Iskandar menambahkan, "Jika KEK Arun ini saja masih seperti ini, maka jangan lagi pakai slogan ‘Aceh Hebat’. karena hanya untuk membangun kawasan KEK Arun saja yang telah lengkap infrastrukturnya tidak jalan, apalagi bicara untuk membangun menuju ‘Aceh Hebat’. Jika dalam waktu dua bulan ke depan tidak ada pergerakan pembangunan, maka kami minta agar slogan ‘Aceh Hebat’ tidak perlu lagi digaungkan karena hanya menjadi jargon politik saja saat Pilkada,” pungkas Iskandar.[](rilis)

Baca juga:

Ini Kendala 'Belum Berjalan' KEK Arun Menurut Wali Kota Lhokseumawe

Ini Kata Plt. Gubernur Aceh Soal Perkembangan KEK Arun

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.