24 January 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

BPMA Harus Transparan
Zaratex akan Eksplorasi di Lepas Pantai Lhokseumawe

...

  • MUDIN PASE
  • 11 January 2019 16:00 WIB

Ilustrasi. Foto: dokumen - katadata.co.id
Ilustrasi. Foto: dokumen - katadata.co.id

BANDA ACEH - Perusahaan Migas, Zaratex NV, akan melakukan pengeboran eksplorasi di lepas pantai Lhokseumawe setelah memperoleh persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hal ini disampaikan Achyar Rasyidi, Bidang Humas dan Kelembagaan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dalam keterangan tertulis kepada portalsatu.com, Kamis, 10 Januari 2019. Menurut dia, kegiatan eksplorasi ini untuk meningkatkan potensi Migas Aceh. Kegiatan ini dikelola BPMA bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Achyar mengatakan, BPMA masih menunggu persetujuan dari Kementerian ESDM untuk Plan of Development (POD) Blok Peusangan B dengan KKKS adalah Zaratex NV. Kegiatan ini, kata dia, untuk peningkatan produksi dan pengembangan lapangan. Setelah adanya persetujuan dari Kementerian ESDM, Zaratex NV akan melakukan pengeboran eksplorasi di lepas pantai Lhokseumawe.

Dia juga menyampaikan, BPMA sedang melakukan pengaktifan kembali (reaktifasi) Plant Mini di area SLS D (Lhokseumawe) untuk menambah kapasitas produksi yang dilakukan KKKS Triangle Pase Inc.

"BPMA akan menjalankan kewajiban sesuai dengan amanah PP 23 2015 demi meningkat investasi migas di Aceh. Nantinya berimplakasi pada meningkatnya pendapatan Aceh di sektor migas," ujarnya.

Semua potensi akan ditempuh. "Kami berharap dukungan masyarakat Aceh agar cita-cita ini tercapai," kata Achyar.

BPMA harus transparan

Sementara itu, Dosen Fakutas Ekonomi Unimal, Ayi Jufridar, mendukung BPMA mengoptimalkan Migas Aceh. Namun, ia mengkritik lembaga ini yang terkesan tertutup. "BPMA harus membangun trust bagi rakyat Aceh," ujarnya.

Bagi Aceh pada umumnya dan Pase khususnya terlanjur negatif dengan usaha migas. Ini trauma masa lalu. "Mereka tahu dulu migas Aceh disedot tapi mereka jadi penonton," kata Ayi Jufridar.

Untuk itu, Ayi menyarankan BPMA lebih transparan. Selama ini, menurutnya, hampir semua usaha migas minus akses publik. "Rakyat perlu tahu berapa hasil migas Aceh. Ini tugas BPMA membuka akses informasi seluas mungkin," tegasnya.

Dia menyebutkan, pengurus BPMA haruslah orang-orang kredibel. Ayi pun mengaku heran saat ini BPMA lumayan tertutup. "Bahkan mereka belum punya website, kan aneh di zaman serba digital ini ada badan publik tanpa website," kata Ayi yang juga wartawan senior di Aceh.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.