22 July 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Zulfikar Sawang Launching Astron Cafe

...

  • PORTALSATU
  • 14 May 2018 16:00 WIB

Ketua Peradi Banda Aceh, Zulfikar Sawang (kanan), di depan Astron Café, Jalan Cut Mutia, No, 39, Kampung Baru, Banda Aceh, Senin, 14 Mei 2018. @PORTALSARU.COM/JAMALUDDIN
Ketua Peradi Banda Aceh, Zulfikar Sawang (kanan), di depan Astron Café, Jalan Cut Mutia, No, 39, Kampung Baru, Banda Aceh, Senin, 14 Mei 2018. @PORTALSARU.COM/JAMALUDDIN

BANDA ACEH -  Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Zulfikar Sawang, Launching Astron Café pada Senin, 14 Mei 2018, di jalan Cut Mutia, No, 39, Kampung Baru, Banda Aceh.

Astron Café, yang mengambil nama dari bima sakti atau gugusan bintang-bintang, hari itu diluncurkan dengan adat-istiadat peusijuk Aceh (tepung tawar) oleh Ketua Gayo Mandiri Cafe (GMC), Badri Ali (58).

Zulfikar Sawang yang juga penyair atau sastrawan Aceh, mengatakan, ia mendatangkan arabika ke Astron Café melalui Badri Ali (pamannya). Di acara itu Badri menjelaskan tentang kelebihan-kelebihan kopi arabika.

“Yang disajikan di sini (Astron Café) adalah arabika special kopi. Perhatian dunia untuk kopi arabika Gayo (Aceh Tengah dan Bener Meriah) kini sangat besar, karena kualitasnya yang terbaik di dunia,” ujarnya.

Menurutnya, sampai saat ini dataran tengah Aceh telah didatangi oleh hampir 51 negara dan membeli kopi karena kualitasnya yang telah mengantongi 5 sertifikat international. Hingga kopi arabika Gayo menjadi salah satu kopi termahal di dunia.

 “Kami mengajak masyarakat Aceh untuk menyukai produk daerah sendiri. Dengan alasan di sini adalah kopi berkualitas tinggi, dengan kadar kafein rendah. Dan yang penting diketahui adalah kopi di sini tumbuh dengan pupuk organik,” ujarnya.

Badri yang berasal dari Lamno mengatakan, selain kopi Arabika di dataran tinggi Aceh, di Lamno juga ada kopi robusta yang menurut keterangannya, bahwa setelah melewati tes kualitas, kopi robusta Lamno adalah berkualitas no satu di dunia.

“Dengan hadirnya Astro Café, semoga masyarakat Aceh lebih mencintai produk lokal dengan kualitas dunia,” kata Badri.

Badri mengatakan, setelah acara lauching ia akan kembali ke dataran tinggi untuk menjamu 7 tamu dari Jepang, dan 12 orang dari Thailand, juga hampir tiap hari turis asing berkunjung ke tempatnya, di dataran Tengah Aceh, ia memiliki 3500 hektare kebun kopi. Melalui CV Gayo Mandiri ia aktif melakukan ekspor-impor kopi Aceh ke luar negeri.

“Dalam proses penanamannya, arabika tidak menggunakan pupuk kimia. Dan juga dalam hal kafein, arabika hanya mengandung 0,1% Kafein, (kafein adalah yang membuat jantung berdebar),” kata ketua GMC.

Badri Ali berharap masyarakat Aceh mencintai produk lokal dengan budaya minum kopi sehat tanpa gula, karena semua masyarakat dunia tidak minum kopi bersama gula. Acara Launching Astro Café dihadiri oleh para pengacara dan tokoh nasional dan daerah.

Sebagaimana diketahui, selain sebagai advokat, Zulfikar Sawang merupakan penyair atau sastrawan yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Banda Aceh, menjadi politisi sebagai anggota DPRK Banda Aceh, dan sekarang juga anggota dewan pakar (Akademi Kutaraja) Majelis Seniman Aceh (MaSA).[]

Penulis: Jamaluddin

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.