26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Film 'The Man From The Sea' Tayang di Banda Aceh

...

  • PORTALSATU
  • 22 February 2019 22:15 WIB

Foto: Kaninga Pictures
Foto: Kaninga Pictures

BANDA ACEH - Film bergenre drama fantasi karya sutradara Jepang Koji Fukada, 'The Man from The Sea (Laut)' akan diputar dalam sebuah special screening event di Gedung Sultan Selim II ACC, Banda Aceh, Sabtu, 23 Februari 2019.

Pemutaran film itu dihadiri oleh pemain, Sekar Sari, dan salah satu eksekutif produser, Willawati. Pemutaran khusus tersebut merupakan kerja sama antara komunitas Aceh Documentary dan Kaninga Pictures dengan bantuan penuh dari Japan Foundation Asia Center.

The Man from The Sea (Laut) juga akan ditayangkan di Aceh Independent Cinema, Banda Aceh, selama satu minggu, 25 Februari - 3 Maret 2019. 

“Waktu tahu film ini akan diputar khusus di Aceh, saya merasa sangat terkejut. Penasaran dengan opini masyarakat Aceh sehabis nonton film yang mengambil latar belakang tentang tsunami di Aceh. Semoga mereka senang dan tidak kecewa dengan logat Aceh saya,” kata Sekar Sari dalam siaran pers diterima portalsatu.com, 22 Februari 2019.

Film menggunakan empat bahasa sekaligus, yaitu Bahasa Indonesia, Jepang, Inggris, dan Aceh, ini telah tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia sejak 14 Februari 2019.

“Sebelum syuting, selama seminggu penuh saya belajar dengan teman saya di Aceh mengenai bahasa Aceh. Mulai dari kosa katanya, dan yang paling penting logatnya. Ternyata seru banget belajar bahasa Aceh!” ungkap Sekar Sari yang berperan sebagai Ilma di dalam film tersebut.

Film berdurasi 107 menit ini bercerita tentang seorang lelaki misterius yang muncul dan terdampar di pesisir pantai sekitar Banda Aceh. Penemuan lelaki berperawakan Jepang itu memaksa Takako (Mayu Tsuruta) -- seorang warga negara Jepang yang bekerja untuk sebuah organisasi nirlaba yang terlibat dalam pemulihan bencana di Aceh dan tinggal bersama putranya Takashi (Taiga) -- mencari tahu siapakah lelaki tersebut sebenarnya. 

Calon jurnalis Ilma (Sekar Sari) dan teman dekatnya Kris (Adipati Dolken) yang asli Banda Aceh, serta Sachiko (Junko Abe) -- keponakan Takako yang datang dari Jepang ke Aceh untuk sebuah urusan pribadi -- pun turut bergabung dalam mengungkap siapa sesungguhnya lelaki misterius yang penuh teka-teki tersebut dan dari mana ia berasal. Adapun lelaki tersebut mereka beri nama Laut (Dean Fujioka).

Salah satu pemain dari Jepang, Taiga, mengungkapkan bahwa ia senang sekali bisa terlibat dalam film antar dua negara ini. “Saya lebih bisa belajar Bahasa Indonesia dibandingkan Bahasa Inggris. Saya sampai bisa menyanyikan lagu Ratu yang berjudul Jangan Bilang Siapa-siapa,” ujar Taiga disambung tawanya yang renyah.

Sang sutradara, Koji Fukada, juga tidak merasakan hambatan serius dalam berkomunikasi dengan kru yang mayoritas merupakan orang Indonesia. Walaupun membawa penerjemah langsung dari Jepang, ia juga merasa nyaman dan hangat bekerja bersama dengan kru dari Indonesia.

“Pertama kali kerja bareng dengan teman-teman dari Indonesia memberikan kesan yang berbeda. Kalau di Jepang, kami kerja dengan serius, tetapi selama syuting di Aceh kami bekerja dengan penuh canda tawa, dan itu yang membekas di ingatan saya. Seru sekali!” ungkap Koji Fukada saat bertandang ke Jakarta bulan Desember yang lalu. 

Lain hal dengan Adipati Dolken, tantangan dia dalam film ini adalah saat ia diharuskan untuk berbahasa Inggris. “Tantangan dalam film ini, selain mesti beradu peran dengan teman-teman dari Jepang, adalah juga mesti berakting dalam Bahasa Inggris. Ini pertama kalinya gue mesti berdialog dalam Bahasa Inggris untuk layar lebar. Tapi dukungan dari teman-teman sesama pemain dan sutradara ngebantu gue banget,” ungkap Adipati.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.