23 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Forum Aceh Bergerak Putar Film Mitigasi Bencana Ajarkan Aku Aceh

...

  • portalsatu.com
  • 13 December 2019 17:25 WIB

Tukang becak dan turis asal Malaysia dalam fim Ajarkan Aceh Aceh [IST]
Tukang becak dan turis asal Malaysia dalam fim Ajarkan Aceh Aceh [IST]

Film tentang evakuasi dan mitigasi bencana itu diputar dalam Gelar Gala Premiere Film Ajarkan Aku Aceh pada peringatan 15 Tahun Tsunami. Bercerita tentang wisatawan Malaysia di Aceh dan tukang becak yang paham mitigasi bencana.

Film Ajakan Aku Aceh mengisahkan perjalanan Ros dan Ema, wisatawan Malaysia yang sedang liburan di Aceh. Ros takut akan gempa dan tsunami tiba-tiba terjadi lagi. Dalam pikirannya Aceh adalah daerah yang menakutkan untuk dikunjungi. Perjalanannya berubah dengan hadirnya Gam Pacok. Dia hanyalah tukang becak biasa, tetapi memiliki pengetahuan tentang mitigasi dan evakuasi bencana gempa dan tsunami.

Pemutaran film ini digelar oleh sejumlah komunitas kreatif di bawah Forum Aceh Bergerak di Taman Budaya, Banda Aceh pada 26 Desember 2019 mendatang. Selain pemutaran film juga ada doa bersama, galang amal untuk seniman, dan diskusi film.

Ketua Aceh Bergerak, Ambia Dianda, menjelaskan bahwa komunitas kreatif merawat ingatan tentang tragedi pilu yang melanda Aceh tahun 2004 silam. Mengenangnya dengan cara berdoa dan memutar film edukasi agar bisa mengurangi risiko bila suatu saat terjadi bencana lagi.

“Kita memiliki cara tersendiri memperingati 15 Tahun Tsunami. Diharapkan dengan film Ajarkan Aku Aceh ini, penonton bisa tahu apa yang harus dilakukan bila bencana itu datang,” jelas Ambia.

Dia menambahkan, kegiatan ini terlaksana atas partisipasi komunitas kreatif kota Banda Aceh. Mereka terdiri dari film maker, seniman, aktor/aktris, animator, design serta komunitas kreatif lainnya.

Salah seorang pemeran utama, Muhammad Birri menjelaskan, peran sebagai orang yang paham tentang evakuasi dan mitigasi bencana tidak mudah, apalagi baru pertama kali main film.

“Ini benar-benar sangat seru, peran saya sebagai Gam Pacok yang berprofesi sebagai tukang becak menjadi tantangan luar biasa. Belum lagi harus mengafal skenario yang di dalamnya ada hadih maja Aceh, ini keren sekali,” jelas Birri.

Film berdurasi 50 menit ini menjadi puncak dari kegiatan mengenang syuhada korban Gempa dan Tsunami Aceh. Pemeran utama lainnya Farah Faizah. Putri Pariwisata Aceh 2019 ini juga memuji para kru film yang selalu membuatnya merasa tenang di lokasi syuting.

Perempuan berdarah Aceh ini lahir di Kuala Lumpur, 3 Mei 2000 silam. Segudang prestasi telah dia ukir seperti juara I DBL Dance Aceh 2016, juara I Duta Lingkungan Kota Banda Aceh 2016, juara III Festival Multikultur BPNB, Pontianak 2017, Duta Wisata Kota Banda Aceh 2019 dan Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019 hingga sekarang.

Begitu juga dengan artis Aceh, M. Isya akrap disapa dengan Bang Prak. Dia menjadi sopir mobil dalam film ini. Selain kocak dan humoris, Bang Prak juga mampu memberikan informasi kepada Ros dan Ema selaku wisatawan yang menumpang mobilnya.

Bang Prak yang juga korban tsunami asal Lamno ini menjadi yatim piatu. Masa remajanya tanpa ada kedua orang tua dan sanak famili. Dia tumbuh hingga kini menjadi artis komedian Aceh.

“Saya sebagai korban tsunami tetap semangat dan terus menghadapi perjalanan hidup ini dengan gembira dan tak perlu bersedih. Film ini telah memberi ruang bagi saya untuk menghibur korban gempa dan tsunami lainnya yang senasib dengan saya,” ucap Bang Prak.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.