20 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kaninga Ingin Buka Bioskop di Aceh?

...

  • VIVA
  • 24 February 2019 18:10 WIB

 Warga Aceh menonton film di Gedung Sultan Selim II Banda Aceh. Foto: VIVA/Dani Randi
Warga Aceh menonton film di Gedung Sultan Selim II Banda Aceh. Foto: VIVA/Dani Randi

BANDA ACEH - CEO Kaninga Pictures, Millawati yang telah membuat beberapa film di Indonesia tertarik untuk membangun bioskop di Aceh. Namun pihaknya masih berusaha untuk mendapatkan izin dari pemerintah setempat.

“Ya kepengennya sih, saya uda tiga tahun yang lalu ingin membangun, katanya izinnya susah, tapi ya kami coba, kalau tidak kita coba ya gimana kita tahu,” kata Millawati di Banda Aceh, Minggu, 24 Februari 2019.

Terkait konsep, kata dia, akan menyesuaikan dengan permintaan yang nantinya akan ditetapkan oleh pemerintah. Seperti, pria dan wanita dipisah, tidak boleh bertabrakan dengan waktu salat hingga menyajikan film yang edukatif dan islami.

Hal seperti itu bagi Kaninga Pictures tidak menjadi persoalan. Jika diizinkan, pihaknya siap mematuhi kearifan lokal yang ada di Aceh.

Milawati mengakui, perfilman nasional saat ini mulai memproduksi film-film yang berkonten edukatif sehingga cocok dengan kultur masyarakat Aceh. Apalagi animo warga dalam menonton film di bioskop cukup tinggi.

“Sebenarnya hampir sama, ya tidak apa-apa kita pisahkan laki-laki dan wanita, juga tidak boleh nabrak waktu salat, sebenarnya bisa tu, ya gak masalah sama kita,” kata dia.

Menurutnya, keberadaan bioskop juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Misalnya, di area gedung bioskop nantinya akan diisi dengan penjualan produk UKM dan warung kopi lainnya.

“Misalnya ada UKM-UKM ada yang jual kopi nantinya di situ, ini kan bisa juga buat gerakin ekonomi,” kata dia. 

Keberadaan bioskop bukan hal yang baru di Aceh. Bahkan, jauh sebelum tsunami melanda, bioskop sebenarnya sudah ada di berbagai daerah di Tanah Rencong.

Setelah tsunami melanda Aceh, keberadaan bioskop ini pun hilang. Ia terbentur dengan peraturan yang ada. Sehingga, bioskop hanya menyisakan bangunan tanpa ada aktivitas di dalamnya.

Tak bisa dipungkiri, minat masyarakat Aceh untuk menyaksikan film di layar lebar cukup tinggi. Namun tidak adanya bioskop membuat sebagian warga memilih untuk menonton film di bioskop yang berada di luar Aceh.[]Sumberviva.co.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.