18 August 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kisah Berhijabnya Cinta Penelope Usai Dikritik Ustaz Somad

...

  • DREAM
  • 27 January 2018 14:50 WIB

Cinta Penelope Dan Sarah Vi. @Kapanlagi.com
Cinta Penelope Dan Sarah Vi. @Kapanlagi.com

"Bisa dibilang aku itu orang paling nista, paling jahat, cuma aku ingin mengubah diriku jadi lebih baik lagi," tegas Cinta Penelope.

HATINYA sakit. Lagu yang melambungkan namanya selalu dicemooh. Dituding sebagai racun, merusak moral generasi muda. Lagu hit yang dibanggakan itu seolah tak ada harganya. Menjadi benalu bagi masyarakat.

Bukan di warung kopi. Tidak pula dalam simposium seni. Penilaian miring itu disampaikan di depan ribuan orang. Di hadapan jemaah tablig akbar di berbagai masjid. Dan pengkritik itu bukan seniman. Melainkan seorang ustaz. Dialah Abdul Somad.

Dan, batin biduan itu gusar. Penasaran, bertanya siapa gerangan ustaz yang baru tenar itu. Dia berniat melaporkannya ke polisi karena telah berani menghina “Keong Racun”, single yang telah mengantarkannya ke dunia hiburan.

Pedangdut yang tengah meradang itu adalah Cinta Penelope. Dia tak terima lagu kebanggaan itu dikecilkan di hadapan jemaah pengajian. Rasa geram itu menuntunnya untuk menacri tahu sosok Abdul Somad.

Dia jelajahi Youtube. Terkadang juga media sosial. Dia benar-benar mencari tahu siapa ustaz itu. Video demi video ceramah ustaz asal Pekanbaru itu dia tonton dan dengarkan. Cinta berusaha menakar seberapa dalam ilmu ustaz yang ramai dibincang itu.

Berbagai ceramah Abdul Somad sudah ditonton. Tapi ada yang aneh dalam jiwanya. Api amarah yang semula berkobar menjadi padam. Hatinya berubah tentram. Ceramah itu mengubah jiwa. Menuntunnya ke jalan hijrah, berhijab.

“ Mungkin kalau dulu saya agak marah gara-gara lagu saya. Sekarang malah saya mau berterima kasih sama Beliau,” kata Cinta.

Keputusan Cinta membuat banyak orang kaget. Siapa tak kenal dengan wanita 33 tahun ini. Biduan tenar itu lekat dengan kesan seksi. Tampilannya selalu bikin hati lelaki berdesir. Menggugah birahi. Kini, semua berubah drastis.

Dia berhijab sejak 1 Januari. Saran untuk menunda hijab dia abaikan. “ Aku bilang, aku takut mati tanggal dua, karena aku janji pakai jilbab tanggal satu,” tutur dia.

Sekarang, tak ada lagi busana mini. Baju-baju pengundang syahwat itu ditanggalkan. Dijual. Kini dia mengenakan hijab syar’i. Bila Anda melihat penampilan Cinta saat ini, maka akan terasa teduh.

Tak hanya busana. Dia juga lebih memilih dalam bekerja. Agenda yang tak bisa dijalani dengan hijab dia tinggal. Meski jadi tulang punggung keluarga, Cinta tak takut miskin dengan keputusan ini.

“Ibaratnya dalam aku mencari Allah, mau dimiskinkan seperti apapun juga Insya Allah aku diperkaya dengan iman,” kata dia.

Kini, dia pasrahkan semua kepada Allah. Seperti yang terucap saat meminta restu kepada sang bunda untuk berhijrah. “ Apapun yang terjadi kedepannya, entah Allah membuka aibku atau apa, itu semua godaan dan aku harus mampu melewatinya.”

Kini, hari-hari Cinta Penelope diisi dengan kegiatan religi. Dia semakin kerap keluar-masuk kampung. Bukan untuk menyanyi lagi, apalagi dengan goyangan yang membuat jakun lelaki naik-turun. Dia kini rajin blusukan untuk memakmurkan masjid dan mushola.

“ Sudah dua bulan ini. Timku sepakat buat kami saja yang turun sendiri. Kami beliin mic-nya lagi, apanya lagi, sehingga azan bisa berkumandang lagi setiap hari,” tutur dia. 

Itulah jalan hidup. semua tak ada yang tahu. Hidayah memang tak hanya ditunggu, melainkan harus dijemput. Tak hanya Cinta Penelope. Pengalaman hijrah yang menggetarkan juga dialami Sarah Vi, pemeran utama “ Inem Pelayan Seksi”.

Sama seperti Cinta. Saat berjaya Sarah Vi juga lekat dengan kesan seksi. Namanya sohor setelah memerankan Inem dalam serial yang booming tahun 1997 itu. Pakaian mini seolah jadi identitas Sarah saar beken dulu.

Namun dia mengubah hidupnya pada 2006. Dia vakum delapan tahun untuk memperdalam Islam. Memantapkan hijrah yang telah diambil. Dan kini, Sarah Vi yang dulu dikenal seksi telah hidup tentram dengan kehidupan baru. Kehidupan setelah hijrah. 

Selain dua artis itu, ada pula Eva Arnas. Mantan bintang film panas yang juga berhijrah. Bagi pencinta film dekade 1980an, artis ini tak asing. Saat masih jaya, dia kerap memerankan adegan dewasa. 

Namun Eva memutuskan meningalkan dunia itu. Semua kaset dan CD film-film yang telah dia bintang dibakar habis. Dia benar-benar ingin meninggalkan masa lalu itu. Setelah tak aktif di dunia peran, dia bahkan bantig setir. Dia rela jualan lontong sayur untuk bertahan hidup.

Keputusan harus diambil. Selama baik, tidak semestinya ditunda. Itulah yang dilakukan oleh ketiga atris itu. Semua orang punya masa lalu sekelam apapun. Tapi semua orang juga punya hak untuk berubah.

“ Bisa dibilang aku itu orang paling nista, paling jahat, cuma aku ingin mengubah diriku jadi lebih baik lagi,” tegas Cinta Penelope.[]Sumber:dream

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.