21 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


‘Mata Tertutup’ Layak Jadi Referensi Pembuat Film Dokumenter di Aceh

...

  • JAUHARI SAMALANGA
  • 15 July 2016 21:30 WIB

@JOE/PORTALSATU.COM
@JOE/PORTALSATU.COM

BANDA ACEH - Film semi dokumenter "Mata Tertutup" karya Garin Nugroho yang berkisah tentang remaja yang terjerumus dalam pengaruh ajaran Radikal untuk mendirikan Negara Islam Indonesia (NII), dinilai layak menjadi referensi bagi pelaku film dokumenter di Aceh. Selain sederhana juga dengan cerita yang mudah dipahami.

"Film ini sangat bagus menjadi referensi pembuat film dokumenter di Aceh," kata Mukhlisuddin, M.Pd., seorang narasumber di hadapan ratusan siswa SMA dan MAN se-Aceh, peserta diskusi di Dayan Dawoad, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat, 15 Juli 2016.

Pemutaran film "Mata Tertutup" dan diskusi itu merupakan rangkaian acara pengumuman Lomba Film Pendek "Kita Boleh Beda" tingkat SMA, MA dan sederejat 2016 yang berlangsung di Hotel Hermes dan Dayan Dawood, 14-15 Juli 2016.

Lomba film pendek diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh diikuti sejumlah sekolah menengah dari seluruh Aceh.

Selain Mukhlisuddin turut menjadi pembicara Swastika, penulis naskah film layar lebar dari Jakarta yang juga salah seorang dewan juri untuk film pendek karya siswa di Aceh.

Swastika dalam pengantarnya meminta supaya generasi muda dapat menjadikan film "Mata Tertutup" sebagai pembelajaran, baik dalam teknis maupun penyaduran cerita yang mudah dipahami.

"Saya yakin adik-adik punya kemampuan untuk mengemas isu ke dalam sebuah film yang singkat," kata Swastika. "Saya melihat 16 film yang diseleksi sangat bagus-bagus dan memahami persoalan," ujar psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

Sementara wartawan Arif Ramdan, M.A., yang juga menjadi pembicara menyebutkan potensi film dokumenter karya siswa di Aceh sangat luar biasa. Akan lebih berkualitas apabila para siswa pembuat dokumenter "Terorisme dan Radikalisme" ada pembekalan teknis dari peneyelenggara.

"Saya sangat mendorong ada pembekalan khusus kepada pembuat dokumenter di kalangan generasi muda," ujar Arif Ramdan.

Hadir pada acara pemutaran dan diskusi film antara lain Prof. Yusni Sabi, Kepala Sub Bidang Kewaspadaan BNPT Dr. Hj. Andi Intong Dulung, M.Hi., dosen Fakultas Hukum Unsyiah dan Kabid Sosial dan Budaya Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kurniawan, S.H., M.H., dan Kabid Pemberdayaan Pemuda dan Perempuan FKPT Aceh Amrina Habibi.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.